Buntut Tragedi Al-Khoziny, Pemerintah Audit Seluruh Pesantren
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah berencana melakukan audit besar-besaran terhadap ribuan pondok pesantren di seluruh Indonesia usai insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelayakan bangunan lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut.
Dari data awal, disebutkan terdapat puluhan ribu pesantren yang tersebar di berbagai daerah, namun baru sekitar 50 pesantren yang memiliki izin bangunan gedung (IMB) secara resmi.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan pemerintah, terutama menyangkut keselamatan para santri yang tinggal di lingkungan pesantren.
Dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Jumat (10/10/2025), Ketua Bidang Fatwa MUI sekaligus pengasuh pesantren An-Nahd, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, menyambut baik langkah audit tersebut.
Ia menilai, kebijakan ini harus dijadikan momentum penguatan peran negara dalam memberikan perlindungan dan fasilitasi kepada lembaga pesantren.
Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia yang selama ini berperan besar dalam mencerdaskan masyarakat secara mandiri, tanpa banyak bergantung pada negara.
Karena itu, ia menekankan agar audit yang dilakukan pemerintah tidak bersifat represif, melainkan diarahkan untuk memperkuat sistem pendidikan dan keselamatan santri.
Asrorun juga menyebut, audit ini dapat menjadi “blessing in disguise” atau hikmah di balik musibah, terutama menjelang peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober.
Ia berharap momentum tersebut digunakan pemerintah untuk mempertegas komitmen negara dalam mendukung pesantren, tidak hanya sebatas seremoni tahunan.