Mardiono Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PPP hingga Muktamar X Diwarnai Kericuhan
Jakarta, tvOnenews.com - Muktamar ke-X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar pada Sabtu, 27 September 2025, diwarnai kericuhan setelah Muhammad Mardiono ditetapkan sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030.
Penetapan Mardiono dilakukan secara aklamasi dan diumumkan langsung oleh pimpinan sidang Muktamar ke-X, Amir Uskara, dalam konferensi pers.
Menurut Amir, keputusan tersebut sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, khususnya Pasal 11 yang mengatur bahwa agenda pemilihan ketua umum harus dihadiri calon ketua umum.
Namun, keputusan itu memicu penolakan dari sejumlah pihak. Ketua Majelis PPP Muhammad Romahurmuziy menolak klaim Mardiono sebagai ketua umum terpilih.
Ia menegaskan bahwa muktamar masih berlangsung hingga Minggu, 28 September 2025 pukul 10.30 WIB dan belum menetapkan ketua umum baru.
Menanggapi hal tersebut, Mardiono menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan sekaligus menghormati keputusan muktamar bila nantinya memilih calon lain. Ia juga mengaku sudah mengantisipasi potensi keributan sejak awal.
Mardiono menambahkan bahwa perjuangan partai tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dengan kebersamaan seluruh kader di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, Muhammad Mardiono pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2019–2022) serta utusan khusus Presiden bidang kerja sama pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan (2022–2024).
Saat ini, ia masih menjabat sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan sejak Oktober 2024.
Mardiono juga memiliki rekam jejak panjang di internal PPP, pernah menjabat Wakil Ketua Umum DPP serta Ketua DPW PPP Banten pada era kepemimpinan Romahurmuziy.