Angka Harapan Hidup di Jakarta Berkurang 5,5 Tahun Akibat Polusi Udara
Jakarta, tvOnenews.com - Beberapa waktu belakangan kualitas udara di DKI Jakarta menjadi sorotan lantaran dinilai tidak sehat berdasarkan IQAir, bahkan pada Selasa (6/6/2023) Jakarta menduduki peringkat ke-4 dunia sebagai kota polusi udara.
Permasalahan ini pun membuat Heru Budi selaku PJ Gubernur DKI akan melakukan transisi kendaraan Transjakarta yang semula memakai bahan bakar berubah menjadi kendaraan listrik agar kualitas udara membaik.
Terkait hal tersebut, Novita Natalia selaku Co-Founder Bicara udara pun memaparkan seberapa bahaya dampak polusi udara kepada tubuh manusia dan angka harapan hidup.
Diketahui sebelumnya, jumlah dana BPJS di Indonesia mencapai 18 triliun rupiah dari APBN untuk menyokong dana tersebut. Tentu hal ini jangan sampai kita keluarkan hanya untuk membayar penyakit yang sebenarnya diakibatkan oleh polusi udara yang buruk.
Bahkan dari data terakhir menurut The Air Quality Life Index (AQLI) University of Chicago angka harapan hidup khususnya di DKI Jakarta berkurang 5,5 tahun.
Hal ini merupakan dampak dari udara buruk yang dipicu dari beberapa faktor salah satu terbesarnya adalah polusi dari kendaraan umum yang sangat padat setiap harinya. Berikut selengkapnya. (ayu)