news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mitos Fakta Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi Baru Lahir

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:00 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Penyakit jantung selama ini kerap identik dengan usia dewasa dan lanjut usia. Namun, gangguan jantung ternyata juga dapat terjadi sejak bayi bahkan sejak masih dalam kandungan. Kondisi tersebut dikenal sebagai penyakit jantung bawaan, yakni kelainan yang muncul akibat gangguan proses pembentukan dan perkembangan jantung pada masa kehamilan.

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur jantung yang terjadi sejak janin berada dalam kandungan. 

Proses pembentukan organ jantung mulai berlangsung pada bulan-bulan awal kehamilan, di mana terbentuknya sekat antar rongga jantung dan pembuluh darah utama dapat mengalami gangguan sehingga menimbulkan kelainan bawaan.

Jenis kelainan jantung bawaan sangat beragam, mulai dari kelainan ringan hingga kondisi kritis yang membutuhkan penanganan segera setelah bayi lahir. 

Dengan kemajuan teknologi kedokteran, penyakit ini kini dapat terdeteksi lebih dini melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) saat ibu mengandung, terutama pada usia kehamilan tiga hingga empat bulan. Setelah bayi lahir, diagnosis dapat dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi.

Meski kerap dianggap sebagai penyakit turunan, riwayat keluarga tidak selalu menjadi faktor penentu utama. Tidak semua orang tua dengan kelainan jantung akan menurunkan kondisi serupa kepada anak. Penyebab pasti penyakit jantung bawaan hingga kini masih bersifat multifaktorial dan terus diteliti, termasuk kemungkinan pengaruh gizi, kondisi kesehatan ibu, serta faktor lingkungan.

Pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi kelainan sejak dini. Ibu hamil disarankan menjalani kontrol teratur ke dokter kandungan, dan apabila ditemukan indikasi kelainan jantung, dapat dirujuk ke dokter jantung anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala penyakit jantung bawaan pada anak secara umum dibagi menjadi dua kategori, yakni kelainan jantung biru dan tidak biru. 

Kelainan biru biasanya tampak jelas karena bayi mengalami kebiruan akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah. Sedangkan kelainan tidak biru seringkali lebih sulit dikenali karena gejalanya baru muncul setelah anak tumbuh lebih besar.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, aktivitas anak berkurang, kesulitan menyusu, pertumbuhan terganggu, serta infeksi saluran napas yang berulang. Saat ini, pemeriksaan saturasi oksigen dengan alat pulse oximeter juga mulai tersedia di fasilitas kesehatan dasar untuk membantu deteksi awal pada bayi baru lahir.

Sebagian kecil kelainan jantung bawaan dapat membaik dengan sendirinya seiring waktu, terutama pada jenis defek tertentu yang memiliki kemungkinan menutup secara alami. Namun, banyak kasus tetap membutuhkan penanganan medis, baik melalui obat-obatan, tindakan kateterisasi, maupun operasi bedah jantung.

Para ahli menegaskan bahwa penyakit jantung bukan hanya milik orang dewasa, karena anak-anak pun berisiko mengalami kelainan serius sejak lahir. Kesadaran orang tua terhadap tanda-tanda awal menjadi kunci penting agar anak mendapat penanganan tepat waktu.

Sementara itu, hingga saat ini penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Faktor risiko utama penyakit kardiovaskular meliputi kurang aktivitas fisik, merokok, serta pola hidup tidak sehat. Beberapa negara di Asia Tengah tercatat memiliki angka kematian akibat penyakit jantung tertinggi, di antaranya Turkmenistan, Kirgistan, Yaman, dan Uzbekistan.

Dengan meningkatnya edukasi serta ketersediaan fasilitas kesehatan di Indonesia, penyakit jantung bawaan kini dapat ditangani lebih baik. Masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala pada anak serta segera memeriksakan diri ke dokter apabila ditemukan tanda-tanda gangguan jantung sejak dini.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral