Insiden tendangan kungfu Fadly Alberto di EPA U-20 menuai sorotan. Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto merespons bijak, menekankan adab, disiplin, dan fair play.
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, memberikan responnya terkait insiden tendangan kungfu di Elite Pro Academy (EPA) U-20. Apalagi, kasus ini melibatkan mantan skuad Garuda Asia, Fadly Alberto.
Seperti yang diketahui, sepak bola usia muda Indonesia tengah tercoreng akibat adanya insiden tak terpuji. Kasus ini berawal ketika Dewa United U-20 menghadapi Bhayangkara U-20. Laga tersebut digelar di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4).
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi hingga akhirnya memicu kericuhan. Situasi memanas setelah Dewa United mencetak gol kedua yang mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Gol tersebut diprotes oleh pihak Bhayangkara FC yang menilai adanya pelanggaran offside. Protes itu kemudian berkembang menjadi keributan yang melibatkan banyak pihak di lapangan.
Pemain Bhayangkara FC U-20 layangkan tendangan kungfu ke wajah penggawa Dewa United Dalam momen itulah, Fadly Alberto terekam melakukan aksi tendangan kungfu yang kemudian viral di media sosial. Tindakannya menjadi salah satu sorotan utama dalam insiden tersebut.
Tidak hanya Fadly, dua pemain Bhayangkara FC lainnya juga terlihat melakukan tindakan kekerasan. Bahkan, pelatih kiper Bhayangkara FC U-20 Ferdiansyah turut berada di tengah kericuhan.Kejadian yang melibatkan para pemain muda itu terbilang sangat miris. Apalagi, Fadly Alberto yang melakukan aksi tersebut merupakan mantan punggawa Timnas Indonesia U-17 yang tampil di Piala Dunia U-17 2025.Menyikapi hal tersebut, Kurniawan mengaku sangat sedih adanya insiden kekerasan di EPA U-20. Bukan hanya punggawa skuad Garuda, namun pemain lain juga menjadi sorotannya.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi YuliantoSumber : - tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Kurniawan menilai jika dalam pertandingan usia muda, tidak selayaknya terjadi insiden hingga melibatkan fisik dan kekerasan. Apalagi, karier para pemain di EPA U-20 terbilang masih sangat panjang. "Ya tentunya melihat kejadian kemarin cukup sedih ya. Artinya terlepas itu pemain nasional ataupun bukan, tapi di kelompok junior tidak boleh terjadi," ujar Kurniawan, di Lapangan A, Senayan, Jakarta pada Jumat (24/4/2026). "Karena karier mereka masih panjang, kemudian hal-hal tersebut kan mencederai fair play," tambahnya.