- PSSI
Mees Hilgers Terseret, FC Twente Dukung NAC Breda Dalam Gugatan Skandal Paspoortgate
Jakarta, tvOnenews.com - Babak baru skandal Paspoortgate akan hadir dengan persidangan atas gugatan NAC Breda pada Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada pekan depan.
Sejumlah klub besar pun memberikan dukungan pada NAC Breda, tak terkecuali klub yang diperkuat oleh pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, FC Twente.
Kasus ini bermula dari protes NAC terhadap Go Ahead Eagles yang dianggap memainkan pemain tidak sah, yakni Dean James, dalam sebuah pertandingan. NAC menilai hal itu melanggar regulasi kompetisi yang berlaku.
Pakar marketing olahraga Belanda, Chris Woerts, secara tegas mendukung langkah NAC dan menilai klub tersebut berada di jalur yang benar.
“NAC benar sepenuhnya. Mereka hanya mengikuti regulasi. Kalau Anda memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat, maka hukumannya adalah kalah 0-3. Itu sudah aturan KNVB,” ujar Christ Woerts dikutip dari laman Twente Insite, Rabu (22/4/2026).
Ia bahkan menilai NAC justru masih beruntung karena dampak dari pelanggaran tersebut belum sepenuhnya diterapkan secara maksimal.
FC Twente disebut tetap memberikan dukungan walau memiliki Mees Hilgers yang juga berstatus sebagai pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Namun Mees Hilgers musim ini menepi karena polemik perpanjangan kontrak dan cedera panjang sang pemain.
Menurut Woerts, dalam pertemuan yang melibatkan 34 klub, hanya lima klub yang aktif bersuara, terutama mereka yang terkait langsung dengan kasus ini.
“NAC hanya memperjuangkan kepentingan mereka, dan itu hak penuh mereka. Bahkan seharusnya semua pertandingan terkait kasus ini berakhir dengan skor 0-3,” tegasnya.
Namun, tidak semua pihak sepakat dengan pendekatan tersebut. Presenter sekaligus analis sepak bola Belanda, Wilfred Genee, menilai situasi ini tidak sesederhana itu.
“Situasinya tidak jelas. Banyak pemain yang memiliki opsi bermain untuk negara lain seperti Curaçao, Suriname, atau Indonesia. Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana harus menyikapinya,” ujar Genee.
Pendapat itu juga didukung oleh analis senior, Johan Derksen, yang menilai langkah NAC terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan situasi khusus.
“Ini tidak sportif. Para pemain itu sudah lama bermain di Belanda, lalu mendapatkan paspor lain. Tidak ada yang mempermasalahkan sebelumnya, tapi sekarang setelah NAC kalah telak dan terancam degradasi, mereka mulai mempersoalkannya,” kata Derksen.