- Kolase tim tvOnenews
John Herdman vs Shin Tae-yong, Bung Binder Sebut Keduanya Sama-sama 'Gila' soal Satu Hal Ini
"Shin Tae-yong ingin para pemain bermain dengan intensitas pressing yang sangat kuat. Pokoknya kalau ada pemain menguasai bola, tutup itu pemain. Tekel tapi bukan untuk pelanggaran. Tekel, ambil bola, dapat bola, switching play harus cepat," ucap Binder.
Filosofi ini memanfaatkan keunggulan fisik dan energi pemain muda Indonesia, terutama dalam transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
“Sama Gilanya”: Titik Temu Herdman dan Shin Tae-yong
Menariknya, Binder melihat satu kesamaan mencolok antara Herdman dan Shin Tae-yong: agresivitas dalam pressing.
"Dengan Shin Tae-yong, Timnas sering bermain defend and reactive football. Dia tahu bahwa pemain kita mayoritas pemain muda, punya level energi yang tinggi. Kalau kita bandingkan pressing dari Herdman, sama gilanya seperti era Shin Tae-yong."
Artinya, meski pendekatan build-up Herdman lebih rapi dan sabar, intensitas saat merebut bola tetap tinggi—bahkan setara dengan era Shin.
Perbedaannya terletak pada kematangan tim. Saat ini, skuad Garuda dinilai lebih siap secara mental dan taktik dibandingkan saat awal dibangun Shin Tae-yong.
Debut Herdman di FIFA Series 2026 memberikan sinyal positif.
Timnas Indonesia sukses menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, meski kemudian kalah tipis 0-1 dari Bulgaria.
Binder melihat adanya perkembangan signifikan dari sisi kenyamanan bermain.
"Saya melihat para pemain kita enjoy the game, artinya pada saat pemain itu menikmati jalannya pertandingan, mereka nyaman dengan skema baru dari John Hadman yang saya melihat beda total," ucap Binder Singh.
Ia juga meyakini Herdman sudah mempelajari gaya permainan Timnas di era sebelumnya.
"Dua laga awal saya merasa lega bahwa kita dapat pelatih yang tahu apa yang perlu dilakukan. Feeling saya Herdman sudah menonton juga pertandingan Timnas ketika dilatih Shin dan Timnas ketika dilatih Kluivert. Jadi tahu kekurangan dan kelebihan," pungkasnya.
(tsy)