- kitagaruda.id
Timnas Indonesia Disorot Eropa, Anak Asuh John Herdman Dianggap Lebih Baik Ketimbang Tim Peringkat 93 dan 99 FIFA: Garuda Punya Keunggulan
Jakarta, tvOnenews.com – Timnas Indonesia mulai mencuri perhatian pengamat sepak bola Eropa setelah dinilai memiliki kualitas yang tak kalah, bahkan lebih unggul dari rival regionalnya. Skuad Garuda yang kini ditangani John Herdman disebut punya kelebihan meski peringkat FIFA-nya belum terlalu tinggi.
Persaingan sepak bola Asia Tenggara selama ini memang identik dengan dominasi tiga negara. Indonesia, Thailand, dan Vietnam menjadi tolok ukur kekuatan di kawasan berdasarkan performa dan posisi di peringkat dunia.
Saat ini, Thailand masih memimpin dengan menempati peringkat ke-93 FIFA. Vietnam mengikuti di posisi ke-99, sementara Indonesia berada di urutan ke-122 dunia.
Namun, angka di atas kertas tak selalu mencerminkan kualitas sebenarnya di lapangan. Penilaian berbeda justru datang dari agen pemain asal Slovenia, Jernej Kamensek, yang melihat potensi Indonesia lebih menjanjikan.
Kamensek menilai skuad Garuda memiliki kekuatan tersendiri jika tampil dengan komposisi terbaik. “Namun, di antara ketiga tim ini, saya rasa Indonesia memiliki sedikit keunggulan jika menurunkan skuad penuh,” ujarnya, dilansir dari Dan Tri.
Ia melihat Indonesia punya kedalaman skuad yang unik, terutama dengan kehadiran pemain-pemain keturunan yang merumput di Eropa. Kombinasi ini dinilai memberi warna berbeda dibanding rival Asia Tenggara lainnya.
Meski begitu, keunggulan tersebut tidak selalu bisa dimaksimalkan dalam setiap turnamen. Salah satu kendala utama adalah sulitnya memanggil pemain terbaik saat ajang tidak masuk kalender resmi FIFA.
- Instagram/jayidzes
“Masalahnya adalah beberapa tim, seperti Indonesia, kesulitan untuk menyusun susunan pemain terkuat mereka untuk turnamen Asia Tenggara karena tidak masuk kalender resmi FIFA,” kata Kamensek.
Situasi ini membuat konsistensi performa menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Hal serupa juga dialami negara lain di kawasan yang masih berjuang menjaga stabilitas permainan.
Kamensek menilai persoalan ini umum terjadi pada tim di luar 80 besar dunia. “Saya percaya bahwa untuk tim-tim di luar 80 besar peringkat FIFA, sulit untuk membicarakan perkembangan yang stabil atau kualitas yang baik,” tegasnya.