- Instagram @julianoerip
Namanya Jawa Banget, Pemain Keturunan Surabaya Ini Belum juga Dilirik PSSI Padahal Potensi Bela Timnas Indonesia
tvOnenews.com — Belum mendapat sorotan serius dari PSSI untuk proses naturalisasi, wonderkid keturunan Surabaya Julian Oerip justru mencuri perhatian lewat statistik impresif di Eropa.
Gelandang berusia 17 tahun itu berhasil naik kelas dan tampil bersama AZ Alkmaar U21, tim satelit dari AZ Alkmaar yang berkompetisi di kasta tertinggi Belanda.
Bersama tim U-21, Oerip sudah mencatat dua penampilan beruntun pada awal musim Keuken Kampioen Divisie.
Sebelum promosi ke level U-21, Julian Oerip lebih dulu bersinar di kelompok usia muda. Musim lalu, ia mencetak 13 gol dan menyumbang empat assist dari 34 pertandingan bersama AZ U-18.
- instagram.com/julianoerip/
Secara total di level U-18 Liga Belanda, ia membukukan 12 gol dan tiga assist dari 38 laga. Penampilan konsisten itu membuatnya dipercaya mengemban ban kapten.
Tak hanya di level klub, Oerip juga rutin masuk skuad Timnas Belanda U-18 dan tampil dalam delapan pertandingan sepanjang 2023.
Darah Surabaya, Potensi untuk Garuda
Julian Oerip memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Kakek dan neneknya diketahui berasal dari Surabaya.
Dengan latar belakang tersebut, namanya dinilai layak masuk radar naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia, khususnya di kelompok usia muda.
Dengan usia yang masih belia dan pengalaman di kompetisi Eropa, PSSI bisa mempertimbangkan Oerip sebagai tambahan amunisi untuk Timnas Indonesia kelompok umur di berbagai ajang internasional.
Sebelumnya, skuad Garuda Muda juga diperkuat sejumlah pemain diaspora seperti Jens Raven dan Welber Jardim saat meraih gelar AFF U-19 Youth Championship.
Profil dan Gaya Bermain
- Instagram @julianoerip
Julian Oerip lahir di Alkmaar, Belanda, pada 26 Oktober 2006. Ia memiliki tinggi 179 cm dan berposisi sebagai gelandang serang dengan kaki dominan kanan. Sejak 1 Juli 2024, ia terikat kontrak bersama AZ Alkmaar U21 hingga 30 Juni 2029.
Secara teknis, Oerip dikenal memiliki keseimbangan antara kreativitas dan ketahanan fisik.
Ia mampu membangun serangan melalui operan presisi, membaca ruang, serta cepat beradaptasi dalam perubahan situasi pertandingan.