- Excelsior Official
4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Tolak Mentah-mentah Pulang ke Super League
tvOnenews.com - Gelombang kepulangan pemain diaspora ke kompetisi domestik Super League tengah menjadi tren sejak awal musim 2025
Sejumlah nama naturalisasi memilih kembali ke Indonesia dengan berbagai pertimbangan, mulai dari menit bermain hingga kedekatan dengan keluarga.
Pergerakan itu terlihat dari transfer beberapa pemain seperti Jordi Amat yang meninggalkan Johor Darul Ta'zim untuk bergabung dengan Persija Jakarta, lalu Rafael Struick dari Brisbane Roar ke Dewa United FC, serta Jens Raven yang hijrah dari FC Dordrecht ke Bali United.
Tak berhenti di situ, Thom Haye dan Eliano Reijnders juga memilih merapat ke Persib Bandung setelah sebelumnya bermain di Belanda.
Di pertengahan musim, Shayne Pattynama bergabung dengan Persija, disusul Dion Markx ke Persib.
Teranyar, penyerang FC Volendam di Eredivisie 2025/2026, Mauro Zijlstra, sepakat menandatangani kontrak dua setengah tahun bersama Persija.
Sementara Ivar Jenner meninggalkan FC Utrecht untuk berlabuh di Dewa United.
Namun di tengah tren tersebut, ada empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang justru mengambil sikap berbeda.
Mereka memilih bertahan di luar negeri demi menjaga level kompetitif dan perkembangan karier.
Berikut daftarnya:
1. Ole Romeny
Striker milik Oxford United ini sempat dikaitkan dengan Persib Bandung. Namun, rumor tersebut dibantah oleh jurnalis Inggris yang menyebut sang pemain masih terikat kontrak panjang hingga 2028. Hingga kini, Romeny tetap fokus melanjutkan kariernya di Inggris.
Bermain di sistem sepak bola Inggris yang dikenal dengan intensitas tinggi tentu menjadi nilai tambah bagi perkembangan Romeny.
Bertahan di kompetisi Eropa memberinya kesempatan menghadapi lawan dengan tempo dan fisik yang lebih menantang, modal penting bagi striker modern.
2. Sandy Walsh
Nama Sandy Walsh sempat dikabarkan diminati Dewa United FC. Meski begitu, ia masih tercantum dalam skuad Buriram United untuk lanjutan Liga Thailand 2025/2026.
Keputusan bertahan di Thailand menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas karier di level Asia yang kompetitif.
Buriram United sendiri merupakan salah satu klub papan atas Thailand dan rutin tampil di kompetisi antarklub Asia, sehingga memberi eksposur internasional yang tetap terjaga.