news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain keturunan Indonesia Pascal Struijk di Leeds United.
Sumber :
  • REUTERS/Chris Radburn

4 Pemain Grade A Eropa Ini Terancam Batal Bela Timnas Indonesia usai PSSI Rem Rencana Naturalisasi John Herdman, Siapa Saja?

PSSI belum izinkan John Herdman tambah pemain naturalisasi jelang FIFA Series 2026. Timnas Indonesia terancam kehilangan 4 pemain keturunan Grade A dari Eropa.
Rabu, 11 Februari 2026 - 17:17 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PSSI memutuskan belum memberikan restu kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk menambah pemain naturalisasi. Keputusan tersebut membuat skuad Garuda berpotensi kehilangan empat pemain keturunan Grade A yang berkarier di Eropa.

Federasi memastikan Herdman masih belum mendapatkan lampu hijau untuk menambah amunisi baru menjelang agenda FIFA Series 2026. Hal ini ditegaskan langsung oleh anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga.

Timnas Indonesia dipastikan tampil pada FIFA Series Maret mendatang tanpa wajah anyar di dalam skuad. PSSI meminta Herdman memaksimalkan potensi pemain yang sudah tersedia sebelum berbicara soal tambahan tenaga baru.

Menurut Arya, pelatih asal Inggris itu masih perlu memahami karakter, kemampuan, hingga pembagian peran setiap pemain. Evaluasi menyeluruh dinilai harus menjadi prioritas sebelum mengambil langkah strategis berikutnya.

"Belum tahu. Mungkin dia lihat yang ada dulu. Yang ada saja kan belum pernah dia coba semuanya. Jadi belum tahu kemampuannya, pembagiannya, perannya," ujar Arya.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Arya Sinulingga

Sebelumnya, Herdman memang aktif memantau pertandingan Liga 1 guna mengidentifikasi potensi pemain lokal. Ia juga terbang ke Eropa untuk mengamati performa sejumlah pemain diaspora yang berpeluang memperkuat Timnas Indonesia.

Kini, Herdman dikabarkan telah kembali ke Tanah Air dan fokus menyusun komposisi tim terbaik untuk ajang internasional tersebut. Namun PSSI menilai wacana penambahan pemain—terlebih melalui naturalisasi—terlalu mepet dengan jadwal kompetisi.

"Lucu juga kalau nambah pemain, tapi yang ada saja belum dia pahami," ucap Arya.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Jika mampu meraih kemenangan, skuad Garuda akan bertemu pemenang laga antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon di partai final.

FIFA Series 2026 menjadi panggung perdana bagi Herdman untuk menguji strategi sekaligus kedalaman skuad. Ajang ini juga menjadi momen krusial dalam menentukan arah pembentukan tim ke depan.

"Nanti setelah FIFA Series, baru dia akan lihat apakah pemain ini lanjut atau ada perubahan, atau mungkin ada tambahan. Semua tergantung evaluasi dia," kata Arya.

Arya menambahkan, hingga kini belum ada laporan resmi dari Herdman terkait kebutuhan pemain baru. Waktu yang tersisa menuju FIFA Series dinilai sangat terbatas, apalagi proses naturalisasi membutuhkan tahapan administrasi yang tidak singkat.

"Belum ada kabar. Apalagi ini sudah terlalu dekat. Ini sudah Februari, sementara Maret FIFA Series. Terlalu dekat untuk melakukan naturalisasi," pungkasnya.

Meski demikian, keputusan tersebut berpotensi membuat Timnas Indonesia kehilangan sejumlah pemain keturunan. Terlebih, Piala Dunia 2026 akan digelar tahun ini sehingga persaingan menembus tim nasional—terutama Belanda—dipastikan semakin ketat.

4 Pemain Grade A yang Berpotensi Gagal Membela Timnas Indonesia

1. Tristan Gooijer


Tristan Gooijer merupakan talenta muda milik PEC Zwolle yang saat ini bermain di kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Pada usia 21 tahun, ia dikenal sebagai bek multifungsi yang mampu beroperasi di sisi sayap maupun bek tengah.

Lulusan akademi Ajax Amsterdam tersebut memiliki darah Indonesia dari garis ayahnya. Sang nenek diketahui berasal dari Maluku, sehingga secara regulasi FIFA Gooijer memenuhi syarat untuk menjalani proses naturalisasi.

2. Jenson Seelt


Jenson Seelt disebut memiliki keturunan Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Ambon. Latar belakang itu membuatnya masuk dalam radar pemain potensial untuk dinaturalisasi.

Bek tengah berusia 22 tahun tersebut kini berkarier di Bundesliga bersama VfL Wolfsburg. Sebelumnya, ia sempat menimba pengalaman di sejumlah klub Eropa seperti PSV Eindhoven dan Sunderland.

Dengan usia muda serta pengalaman di kompetisi elite, peluang PSSI untuk merekrutnya sebenarnya cukup terbuka.

3. Pascal Struijk


Nama Pascal Struijk sudah lama dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Namun, ia pernah menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menembus skuad Timnas Belanda.

Bek andalan Leeds United di Premier League itu memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya yang berasal dari Surabaya, sehingga memenuhi syarat naturalisasi.

4. Jayden Oosterwolde


Jayden Oosterwolde juga sempat menyatakan bahwa prioritasnya adalah membela Timnas Belanda. Meski begitu, situasi masih bisa berubah bergantung pada perkembangan kariernya.

Bek berusia 24 tahun tersebut kini bermain untuk raksasa Turki, Fenerbahce, dan telah mencatatkan 13 penampilan musim ini. Dengan pengalaman Eropa dan usia emas, Oosterwolde tetap menjadi opsi menarik bagi Timnas Indonesia di masa depan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral