- vfb.de
6 Pemain yang Sedikit Lagi Eligible Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Ada Pemain Liga Top Eropa!
tvOnenews.com - Langkah Timnas Indonesia memperkuat skuad lewat jalur diaspora tampaknya belum akan berhenti.
Era kepelatihan John Herdman membuka babak baru pencarian talenta keturunan di Eropa, apalagi menjelang agenda FIFA Series 2026 yang membutuhkan kedalaman tim.
Pelatih asal Inggris itu bahkan sudah terbang langsung ke Eropa untuk memantau pemain abroad serta kandidat naturalisasi.
Ia bahkan menegaskan ingin membangun komunikasi personal dengan para pemain.
"Saya sudah berbicara dengan pemain inti dengan diskusi panjang bersama kapten dan beberapa pemain senior. Belum ada pembicaraan Piala Dunia, tapi hanya untuk mengenal mereka sebagai pribadi dan memperkenalkan diri," kata Herdman.
"Pada akhir Januari atau awal Februari saya akan pergi ke Eropa untuk melihat lingkungan latihan mereka dan mendengarkan mereka secara langsung sekaligus mencari pemain lain yang mungkin siap bergabung," tuturnya menambahkan.
Di tengah rencana itu, sejumlah nama kembali mencuat sebagai kandidat potensial yang disebut “eligible” untuk dinaturalisasi.
Status ini biasanya merujuk pada pemain berdarah Indonesia yang belum tampil di timnas senior negara lain, sehingga masih punya peluang berganti asosiasi sesuai regulasi FIFA.
Sebagai gambaran, perpindahan asosiasi tim nasional memang dimungkinkan bila pemain memenuhi syarat seperti kewarganegaraan baru dan belum bermain di laga resmi tim senior negara sebelumnya.
FIFA menyediakan mekanisme resmi untuk proses perubahan afiliasi tersebut.
Berikut enam nama yang ramai diperbincangkan:
1. Daijiro Chirino (UD Almeria)
Bek keturunan Indonesia–Belanda–Curacao ini menjadi target jangka panjang di sektor kanan pertahanan. Ia belum mencatat caps resmi di tim nasional mana pun meski sempat dipanggil training camp Curacao.
Darah Indonesia berasal dari garis ibu dengan akar Maluku, kakeknya dari Saparua dan neneknya dari Ihamahu. Nilai pasarnya juga meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, menandakan perkembangan performa yang positif.
Jika proses pendekatan berjalan, Chirino bisa menjadi opsi regenerasi di posisi bek kanan Timnas Indonesia.
2. Jenson Seelt (Wolfsburg/Sunderland)
Nama bek muda ini makin sering dikaitkan dengan skuad Garuda setelah interaksi dengan Kevin Diks.
Seelt sendiri pernah menyampaikan kedekatannya dengan budaya Indonesia.
"Kakek saya berasal dari Indonesia, dari Maluku tepatnya," ujarnya.
Bahkan ia mengaku ingin mengunjungi tanah leluhurnya dan menyebut soto sebagai makanan favoritnya sejak kecil.
3. Laurin Ulrich (Stuttgart II)
Gelandang serang muda ini memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya yang lahir di Surabaya. Ia belum membela timnas senior Jerman sehingga masih berpeluang memilih Indonesia.
Usianya yang masih muda membuatnya menarik sebagai investasi jangka panjang di lini tengah kreatif.
4. Tristan Gooijer (PEC Zwolle)
Bek Ajax yang sedang dipinjamkan ini sudah lama masuk radar PSSI. Ia punya darah Maluku dari ibunya dan pernah memberi sinyal terbuka terhadap kemungkinan membela Indonesia.
Performanya di Eredivisie membuatnya semakin relevan sebagai kandidat penguatan lini belakang.
5. Pascal Struijk (Leeds United)
Bek Premier League ini mengakui perhatian besar dari fans Indonesia.
Meski peluangnya belum besar, status keturunan membuat namanya tetap masuk radar.
6. Jayden Oosterwolde (Fenerbahce)
Bek tangguh ini memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan Suriname dari ayahnya.
Ia bahkan mengungkap dorongan dari keluarga.
Meski fokusnya masih ke Belanda, komunikasi terbuka tetap menjadi peluang bagi PSSI.
Strategi diaspora telah menjadi bagian penting pembangunan tim nasional.
Beberapa pemain keturunan bahkan sudah resmi menjadi WNI dan tampil untuk Garuda, seperti Jay Idzes yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 2023 dan kemudian menjadi pilar tim nasional.
Dengan reputasinya sebagai negosiator yang sukses mengajak pemain diaspora membela Kanada, John Herdman diyakini bisa membuka peluang baru.
Jika beberapa nama di atas berhasil diyakinkan, kedalaman skuad Garuda bisa meningkat signifikan. baik untuk agenda FIFA Series maupun target di level Asia.
Kini publik hanya tinggal menunggu, siapa yang benar-benar akan memilih untuk membela Merah Putih?
(tsy)