- AFC
Timnas Futsal Indonesia Langsung Dihantam Kabar Buruk usai Kalahkan Jepang dan Lolos ke Final Piala Asia 2026, Ada Masalah Apa?
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Futsal Indonesia langsung dihantam kabar buruk usai menang atas Jepang dan lolos ke final Piala Asia 2026. Hal ini pun bisa memengaruhi Tim Merah Putih di laga puncak nanti.
Satu tempat di partai puncak Piala Asia Futsal 2026 diamankan Timnas Futsal Indonesia setelah menumbangkan Jepang dengan skor 5-3 pada laga semifinal. Duel sengit itu berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Kemenangan Timnas Futsal Indonesia lahir berkat kontribusi Samuel Eko, gol bunuh diri Takehiro Motoishi, Firman Ardiansyah, Reza Gunawan, serta Dewa Rizki. Sementara Jepang sempat memberi perlawanan lewat gol Motoishi dan Kazuya Shimizu, sebagaimana dicatat oleh AFC.
Hasil gemilang tersebut membuat Indonesia dijadwalkan menghadapi Iran pada partai final yang digelar di venue yang sama, Sabtu (7/2/2026) pukul 19.00 WIB.
Indonesia membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-12 melalui Samuel Eko yang mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Gol tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.
- AFC
Tertinggal satu gol, Jepang mencoba merespons cepat melalui peluang Tomoki Yoshikawa. Namun, upayanya masih dapat digagalkan oleh kiper Indonesia, Ahmad Habiebie.
Tekanan Jepang terus berlanjut dengan peluang dari Kazuya Shimizu dan Kokoro Harada. Meski begitu, pertahanan disiplin Indonesia membuat kedua kesempatan tersebut gagal berbuah gol.
Memasuki babak kedua, Indonesia hampir menambah keunggulan melalui sepakan Mochammad Iqbal di depan gawang. Akan tetapi, Hiroshi Tabuchi tampil sigap untuk menjaga timnya tetap dalam permainan.
Jepang tidak tinggal diam dan balik mengancam lewat tembakan keras Shunta Uchida. Beruntung bagi Indonesia, Habiebie mampu menghalau bola dengan refleks cepat.
- AFC
Indonesia akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-23 setelah bola hasil tembakan Ardiansyah Nur salah diantisipasi Motoishi dan berujung gol bunuh diri. Skor pun berubah menjadi 2-0 dan membuat atmosfer stadion semakin bergemuruh.
Dalam posisi tertinggal dua gol, Jepang meningkatkan intensitas serangan demi mengejar defisit. Namun, hingga beberapa menit berikutnya, upaya mereka belum juga menghasilkan gol.
Indonesia sempat berada di bawah tekanan, tetapi tetap mampu menciptakan peluang berbahaya lewat Rio Pangestu dan Wendy Brian Ick. Sayangnya, kedua kesempatan tersebut belum mampu merobek jala Jepang.
Jepang akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-31 melalui sepakan Motoishi yang tak dapat dibendung sempurna oleh Habiebie. Gol itu membuat skor berubah menjadi 1-2 dan memanaskan kembali pertandingan.
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Indonesia mencoba merespons dengan peluang dari Firman Ardiansyah. Namun, Tabuchi kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan peluang tersebut.
Jepang sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-35 lewat tendangan Shimizu. Momentum pun sempat beralih ke kubu Samurai Biru.
Tak butuh waktu lama, Indonesia kembali memimpin pada menit ke-39 setelah umpan Samuel Eko diselesaikan dengan tendangan keras Firman Ardiansyah. Skor berubah menjadi 3-2 dan membuat laga semakin dramatis.
Menjelang akhir waktu normal, Jepang menerapkan strategi power play. Taktik tersebut membuahkan hasil setelah Shimizu mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-40 sehingga skor menjadi 3-3.
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Kedudukan imbang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan untuk menentukan pemenang.
Pada extra time pertama, Indonesia kembali unggul lewat gol Reza Gunawan pada menit ke-45 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Jepang. Gol tersebut membuat Garuda di atas angin dengan skor 4-3.
Memasuki babak tambahan kedua, Jepang kembali memainkan power play untuk mengejar ketertinggalan. Namun, strategi itu justru dimaksimalkan Indonesia melalui tembakan jarak jauh Dewa Rizki ke gawang kosong pada menit ke-48 yang mengubah skor menjadi 5-3.
Jepang sebenarnya memiliki peluang emas melalui tendangan penalti Shimizu. Akan tetapi, bola justru melenceng dari sasaran dan membuat harapan mereka menipis.
Pada sisa waktu pertandingan, Jepang terus menggempur pertahanan Indonesia tanpa henti. Meski demikian, skor 5-3 tetap bertahan hingga akhir laga dan memastikan Garuda melangkah ke final dengan penuh percaya diri.
Jelang pertandingan tersebut, Timnas Futsal Indonesia mendapat kabar buruk yang harus segera diatasi oleh tim besutan Hector Souto.
1. Waktu Recovery
Hector Souto mengakui bahwa Timnas Futsal Indonesia hanya memiliki waktu singkat untuk memulihkan kondisi. Samuel Eko dan kawan-kawan praktis hanya memiliki waktu istirahat dan persiapan selama 48 jam.
Sementara Iran, meski tidak sampai 24 jam perbedaannya, memiliki waktu yang relatif lebih panjang. Pasalnya, laga semifinal Iran kontra Irak digelar lebih cepat dari Indonesia.
"Kemudian kita akan coba recovery sebaik mungkin dalam 48 jam ke depan. Memang kalau dibandingkan Iran, waktu istirahat kami lebih singkat karena mereka main jam 3 tadi," kata Hector Souto.
"Tapi kami punya staf yang baik untuk menangani pemulihan pemain ini. Kemudian dengan stadion penuh seperti sekarang dan dukungan yang diberikan fans, saya optimistis kami bisa bersaing di babak final," lanjutnya.
2. Catatan Mengerikan Iran
Timnas Futsal Indonesia akan berhadapan dengan "raja terakhir", yakni Iran. Sepanjang Piala Asia Futsal bergulir, Iran menjadi tim dengan gelar terbanyak, yakni 13 kali juara.
Catatan tersebut membuat Iran menjadi lawan yang sangat sulit untuk ditaklukkan. Terlebih lagi, ini merupakan final pertama Indonesia di kancah Piala Asia.
(fan)