- ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/YU
Pikul 'Beban Negara', John Herdman Akui Tak Takut dengan Suporter Timnas Indonesia: Itu Bisa Jadi Anugerah
tvOnenews.com - John Herdman akhirnya secara resmi diperkenalkan ke publik oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam konferensi pers yang digelar Selasa (13/1/2026).
Herdman sudah diumumkan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia sejak 3 Januari 2026 lalu. Ia menggantikan posisi Patrick Kluiver, dan akan bertugas sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia senior serta U-23.
Mulai bertugas, Herdman sudah memiliki sejumlah agenda bersama Timnas Indonesia sepanjang tahun 2026 ini.
Sebut saja, seperti FIFA Series (23-31 Maret), FIFA Matchday (1-9 Juni), ASEAN Cup 2026 (24 Juli-26 Agustus), hingga Asian Games (19 September-4 Oktober).
- PSSI
Herdman tak cuma memikul tugas untuk membuat Timnas Indonesia mendapat hasil positif dalam laga-laga yang akan datang.
Ada target besar untuk lolos ke Piala Dunia 2030, dimana persiapannya harus dimulai sedini mungkin.
Melihat banyaknya tugas dan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul Herdman, kinerjanya tentu saja tak akan lepas dari sorotan suporter Timnas Indonesia.
Tekanan pun akan dirasakan oleh Herdman, termasuk ketika hasil negatif justru dirasakan oleh Skuad Garuda di masa yang akan datang.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Menanggapi hal tersebut, Herdman mengatakan bahwa tekanan tersebut merupakan sebuah privilage atau hak istimewa menurutnya.
Privilese itu pun akan berubah menjadi beban yang bisa saja mendatangkan kutukan atau anugerah.
"Tekanan adalah sebuah hak istimewa. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, Anda memikul beban sebuah bangsa, dan beban itu bisa menjadi kutukan atau bisa menjadi anugerah," ujar John Herdman dalam konferensi pers, dikutip dari kanal YouTube PSSI TV, Selasa (13/1/2026).
"Kita pasti akan mengubahnya menjadi anugerah bagi kita semua," sambungnya optimis.
Herdman pun tampak sudah tidak takut lagi terhadap tekanan tersebut. Pasalnya, ia mengaku pernah merasakan momen dimana skuad yang dilatih olehnya berhasil lolos kualifikasi Piala Dunia, dan merasakan tekanan untuk meraih hasil tersebut.
Alhasil, ia sudah mengerti bagaimana situasinya, sehingga bisa memastikan kepada pemain bahwa tekanan tersebut adalah anugerah.