- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jay Idzes dan Thom Haye Tersenyum Lega, Timur Kapadze Blak-blakan Soal Pemain Naturalisasi Jika Resmi Latih Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze, memberikan komentarnya terkait keberadaan pemain naturalisasi di skuad Garuda. Hal itu ia sampaikan saat ditanya mengenai peluangnya menjadi juru taktik anyar Timnas Indonesia.
Timur Kapadze saat ini tengah berada di Indonesia. Dalam agendanya, ia dijadwalkan mengunjungi sejumlah daerah di Tanah Air.
Di tengah rangkaian kegiatannya, Kapadze sempat menggelar konferensi pers bersama awak media. Acara tersebut berlangsung di kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (21/11/2025).
Ada sejumlah hal yang ia ungkapkan dalam konferensi pers itu. Termasuk peluang dirinya benar-benar mengisi kursi pelatih Timnas Indonesia.
Selain itu, ia juga mendapat beberapa pertanyaan terkait kemungkinan bila ia resmi menduduki posisi tersebut. Salah satu yang ia soroti adalah keberadaan pemain naturalisasi di skuad Garuda.
Kapadze mengatakan, jika dipercaya menangani Timnas Indonesia, ia tentu akan mempelajari seluk-beluk sepak bola nasional. Termasuk kombinasi antara pemain lokal dan naturalisasi.
Ia mengaku sudah memantau perkembangan para pemain naturalisasi dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, meski berstatus keturunan, mereka tetap menjadi bagian penting dalam tim.
"Terkait naturalisasi, saya pasti mempelajari sepak bola Indonesia, termasuk sikap para penonton. Dalam dua tahun terakhir ada beberapa pemain hasil naturalisasi," ujar Kapadze, Jumat (21/11/2025).
"Bagi saya, mereka sudah menjadi bagian dari tim. Pertanyaannya, apakah pemain lokal maupun naturalisasi siap mental untuk Indonesia?" tambahnya.
Lebih lanjut, pelatih berusia 44 tahun itu menyinggung pengalamannya saat membela tim nasional Uzbekistan. Ia bercerita bahwa pada era 2000-an, skuad Serigala Putih pernah memiliki empat pemain naturalisasi.
Ia mengungkapkan bahwa empat pemain tersebut berasal dari Rusia. Namun, menurutnya, proses naturalisasi di masa itu tidak berjalan sukses.
Kapadze menilai, kesiapan mental pemain jauh lebih penting daripada status kewarganegaraan. Ia menegaskan bahwa membela bendera suatu negara membutuhkan komitmen penuh.
"Pada tahun 2000-an, Uzbekistan pernah merekrut empat hingga lima pemain naturalisasi dari Rusia. Tapi lama-kelamaan proses itu tidak berhasil," jelas Kapadze.
"Bagi saya, yang terpenting adalah apakah mereka siap membela bendera Indonesia atau tidak. Itu satu-satunya faktor yang menentukan," sambungnya.