news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Andre Rosiade, Erick Thohir dan Eks Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Registaco / instagram Erick Thohir

Andre Rosiade 'Pasang Badan', Usulkan Shin Tae-yong Kembali ke Timnas Indonesia: Demi Bangsa dan Negara, Ego itu Harus....

Andre Rosiade mengusulkan Shin Tae-yong bisa comeback ke Timnnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert. Ia menilai, PSSI seharusnya tidak terlalu berpegang
Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Andre Rosiade pasang badan untuk Shin Tae-yong bisa kembali ke Timnas Indonesia.
Polemik soal siapa yang akan menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia pasca-pemecatan Patrick Kluivert kian memanas. 

Setelah kegagalan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, publik mulai menyoroti langkah PSSI yang hingga kini belum menetapkan sosok pengganti. 

Di tengah spekulasi yang beredar, mulai dari pelatih lokal hingga nama-nama asing seperti Bojan Hodak dan Luis Milla, muncul kembali satu figur yang selalu jadi perbincangan: Shin Tae-yong. 

Mantan pelatih asal Korea Selatan itu kembali mencuat setelah Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, secara terbuka mendorong PSSI agar mempertimbangkan “CLBK” dengan sosok yang pernah membawa skuad Garuda ke era kebangkitan tersebut.

Andre Rosiade menilai, PSSI seharusnya tidak terlalu berpegang pada ego dalam mengambil keputusan strategis untuk Timnas Indonesia. 

Eks Mertua Pratama Arhan itu mengingatkan bahwa Shin Tae-yong telah berjasa besar dalam membangun pondasi tim nasional dari level junior hingga senior, dan publik Indonesia pun masih menaruh kepercayaan besar terhadap pelatih tersebut. 

Tak Cuma Asal CLBK, Andre Rosiade Sarankan KPI Ini Jika PSSI Kembali Rekrut Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham

 

“Harapan saya tentu tidak salah mengambil lagi coach Shin Tae-yong ke timnas Indonesia,” ujar Andre kepada awak media, Selasa (28/10/2025).

Ia menegaskan, keputusan ini bukan semata urusan personal atau gengsi, melainkan demi kemajuan sepak bola nasional.

“Sebenarnya demi bangsa dan negara, ego itu harus ditaruh ke belakang. Timnas Indonesia milik bersama, bukan milik pribadi,” tambahnya.

PSSI saat ini memang tengah dihadapkan pada situasi genting. Setelah Patrick Kluivert dan jajaran stafnya resmi dilepas usai hasil mengecewakan di babak kualifikasi, Maarten Paes dan kolega masih belum memiliki pelatih tetap. 

Dua kekalahan beruntun di fase terakhir membuat Garuda gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026. Dalam kondisi inilah, muncul suara publik dan sejumlah tokoh sepak bola yang mendesak federasi untuk segera menentukan arah baru, termasuk kemungkinan besar memanggil kembali Shin Tae-yong.

Andre Rosiade, yang juga dikenal sebagai anggota DPR, menilai langkah paling rasional bagi PSSI saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus mempertimbangkan efisiensi finansial. 

“Saya menawarkan proposal yang objektif dan rasional, pertama lakukan evaluasi. Yang kedua saya mengusulkan CLBK dengan Shin Tae-yong,” ucapnya. 

Menurutnya, PSSI kini perlu realistis karena situasi keuangan federasi tidak lagi sekuat saat Erick Thohir masih menjabat sebagai Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI.

Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong
Sumber :
  • Instagram @shintaeyong7777

 

“Apa alasan saya mengusulkan CLBK dengan Shin Tae-yong? Banyak hal. Pertama, setelah ketua umum PSSI Pak Erick Thohir jadi Menpora, otomatis PSSI enggak dapat APBN lagi,” jelas Andre. 

Ia menambahkan, tidak mungkin dana negara yang dikelola Kemenpora disalurkan langsung ke federasi yang masih dipimpin oleh orang yang sama. “Untuk itu kita harus lakukan apa? Efisiensi,” sambungnya.

Andre juga menilai bahwa kondisi Shin Tae-yong yang saat ini berstatus tanpa klub merupakan peluang emas bagi PSSI. 

Shin baru saja dilepas oleh Ulsan HD, klub asal Korea Selatan, sehingga federasi tak perlu mengeluarkan biaya tambahan seperti signing fee atau kompensasi transfer.

“Salah satu keuntungan kita memilih STY, PSSI tidak perlu membayar signing fee itu. Yang kedua, kompensasi kita bayar STY itu bisa dikonversi jadi gajian STY sampai Piala Asia 2027,” jelasnya.

Lebih dari sekadar efisiensi, Andre menekankan pentingnya transparansi dan target yang jelas bagi pelatih Timnas Indonesia berikutnya. Ia menyarankan agar PSSI menetapkan capaian konkret yang harus diwujudkan sang pelatih, termasuk prestasi di turnamen regional dan kontinental. 

“PSSI harus mempunyai beberapa target yang wajib dicapai oleh Shin Tae-yong,” ujarnya. Ia bahkan menyebutkan indikator tegas yang bisa dijadikan tolok ukur kinerja pelatih. 

“Wajib juara AFF misalnya, kalau enggak bisa dipecat. Yang kedua, wajib masuk empat besar Piala Asia, kalau enggak bisa, dipecat,” tandas Andre.

Selain itu, ia juga mengingatkan PSSI agar tak menutup telinga terhadap aspirasi publik. Menurutnya, masyarakat sepak bola Indonesia sudah banyak belajar dari pengalaman pelatih-pelatih sebelumnya yang sempat kembali ke kursi panas timnas. 

“Dalam sepak bola, kembalinya pelatih yang pernah dipecat itu hal yang umum,” ujar Andre. Ia mencontohkan Alfred Riedl, yang pernah dua kali menangani Timnas Indonesia pada 2011 dan 2016, serta Benny Dolo dan Ivan Kolev yang juga sempat dipercaya kembali memimpin skuad Garuda.

Dengan berbagai pertimbangan itu, Andre berharap PSSI bisa segera mengambil keputusan terbaik, tanpa dibayangi ego atau kepentingan pribadi. 

Bagi publik, nama Shin Tae-yong bukan sekadar nostalgia, tetapi simbol dari kerja keras, disiplin, dan arah pembinaan jangka panjang yang sempat memberi harapan bagi sepak bola Indonesia. 

Kini, di tengah situasi penuh ketidakpastian, wacana kembalinya STY menjadi ujian bagi PSSI: apakah mereka siap mendengar suara publik dan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral