news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Vitas Males, Pelatih Keturunan Sunda di Liga Australia.
Sumber :
  • instagram.com/vitasibizamales

Kejutan! Pelatih Liga Australia Nyatakan Minat Latih Timnas Indonesia Usai Patrick Kluivert Cs Dipecat: Skuad Garuda Banyak Bakat Potensial

Salah satu pelatih di Liga Australia secara terbuka menyatakan minatnya untuk menukangi timnas Indonesia usai pemecatan Patrick Kluivert.
Kamis, 16 Oktober 2025 - 19:14 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Salah satu pelatih di Liga Australia secara terbuka menyatakan minatnya untuk menukangi timnas Indonesia. Ia mengaku tertarik menangani skuad Garuda usai pemecatan Patrick Kluivert dan jajaran staf kepelatihannya.

Seperti diketahui, PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala timnas Indonesia, Patrick Kluivert, setelah skuad Garuda gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (16/10/2025), PSSI menyebut keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara federasi dan Kluivert.

Langkah ini diambil setelah timnas Indonesia mencatat hasil buruk di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Garuda menelan dua kekalahan beruntun — takluk 2–3 dari Arab Saudi di laga perdana dan kalah tipis 0–1 dari Irak pada pertandingan berikutnya.

Patrick Kluivert di laga Timnas Indonesia di round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Timnas Indonesia

 

Rangkaian hasil negatif itu membuat Indonesia terpuruk di dasar klasemen Grup B dan gagal melaju ke fase selanjutnya. Tiket playoff pun diamankan Irak, sekaligus menutup peluang Indonesia untuk mencetak sejarah tampil di ajang Piala Dunia.

Tak hanya Kluivert, PSSI juga memastikan seluruh staf pelatih asal Belanda yang menjadi bagian dari timnya turut meninggalkan struktur kepelatihan timnas Indonesia. Artinya, Gerald Vanenburg yang menangani tim U-23, Frank van Kampen di tim U-20, serta para staf kepelatihan lainnya juga resmi berpisah dengan skuad Garuda.

Kabar berpisahnya jajaran staf pelatih timnas Indonesia tersebut menarik perhatian salah satu pelatih di Liga Australia. Adalah Vitas Males, yang secara blak-blakan mengaku tertarik untuk melatih timnas Indonesia.

Dalam keterangannya kepada tvOnenews.com, pelatih kiper Sydney FC itu menyatakan minatnya bergabung dalam staf kepelatihan timnas Indonesia, khususnya di posisi pelatih penjaga gawang. Ia menegaskan kesiapannya untuk membantu mengembangkan potensi kiper-kiper muda Tanah Air.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar yang selama ini belum tergali maksimal, terutama di posisi penjaga gawang. Dengan pembinaan yang tepat, pendidikan yang terarah, serta lingkungan latihan yang profesional, ia yakin Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat di Asia.

“Saya melihat potensi besar yang belum tergali dalam diri para penjaga gawang Indonesia. Dengan lingkungan latihan harian yang tepat, pendidikan yang baik, dan struktur yang terencana, Indonesia bisa bersaing dengan tim-tim terbaik di Asia,” ujar Vitas Males.

Vitas Males, Pelatih Keturunan Sunda Saat di Chelsea
Sumber :
  • instagram.com/vitasibizamales

 

“Saya tahu bagaimana membangun sistem itu dari nol, dan saya ingin membantu mewujudkannya di timnas Indonesia. Memang sulit dan akan memakan waktu bertahun-tahun, tapi saya bisa berkontribusi sedikit untuk memulainya,” tambah pelatih kelahiran Belanda tersebut.

Secara statistik, kualitas Vitas Males sebagai pelatih kiper terbilang impresif. Ia mengaku pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Mauricio Pochettino saat masih menangani Chelsea.

Sebagai informasi, saat ini Vitas Males menjabat sebagai pelatih kiper di klub Liga Australia, Sydney FC. Selain itu, ia juga merupakan Direktur Akademi di salah satu klub tertua di Australia, APIA Leichhardt.

Dalam kariernya sebagai pelatih, nama Vitas Males sempat menjadi sorotan berbagai media asing, mulai dari Jepang hingga Belanda.

Salah satu media Jepang, Footballista.jp, bahkan menjulukinya sebagai “Nagelsmann-nya pelatih kiper” berkat kemampuannya dalam mengembangkan penjaga gawang, membimbing transisi dari level usia muda ke profesional, serta memodernisasi metode latihan kiper.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral