- Kolase tvOnenews.com / Taufik Hidayat tvOnenews / Facebook Thomas Verdan
Media Irak Kaget Bukan Main, Kok Wasit Kuwait Malah Ketiban Durian Runtuh usai Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Padahal...
tvOnenews.com - Duel Timnas Indonesia vs Arab Saudi rupanya masih menyisakan cerita yang tak kalah panas dari hasil di lapangan.
Media Irak, Winwin, dibuat kaget bukan main setelah mengetahui bahwa wasit asal Kuwait, Ahmed Al-Ali, yang memimpin laga tersebut, justru mendapat penghargaan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Kuwait (KFA), padahal pertandingan itu sempat menuai kontroversi dan kemarahan fans Saudi.
"Meski Saudi marah, wasit Kuwait Ahmed Al-Ali tetap memberi penghormatan," tulis media Irak, Winwin, dalam tajuk utama laporan mereka.
- AFC
Asosiasi Sepak Bola Kuwait mengumumkan bahwa mereka akan memberikan penghargaan khusus kepada Ahmed Al-Ali atas kinerjanya yang dinilai luar biasa selama memimpin pertandingan Arab Saudi vs Indonesia di Stadion Al-Inma, Jeddah, pada Rabu malam, 8 Oktober 2025.
Laga yang menjadi bagian dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu berakhir dengan kemenangan tipis Arab Saudi 3-2 atas tim asuhan Patrick Kluivert.
Presiden KFA, Sheikh Ahmed Al-Youssef, bahkan secara terbuka menyampaikan apresiasinya kepada tim wasit asal Kuwait yang dianggap tampil profesional di tengah tekanan besar.
“Presiden Asosiasi Sepak Bola Kuwait, Sheikh Ahmed Al-Youssef, mengucapkan selamat kepada tim wasit Kuwait yang memimpin pertandingan antara Arab Saudi dan Indonesia,” tulis Winwin.
- AFC
Tim pengadil asal Kuwait itu terdiri dari Ahmed Al-Ali sebagai wasit utama, didampingi asisten wasit Abdulhadi Al-Enezi dan Ahmed Sadiq, sementara wasit keempat adalah Ammar Ashkanani.
Dua asisten VAR juga berasal dari Kuwait, yakni Abdullah Jamali dan Abdullah Al-Kandari.
Namun penghargaan itu justru menimbulkan badai kritik di kalangan penggemar Arab Saudi.
Akun resmi KFA di platform X (Twitter) mengumumkan rencana pemberian penghargaan tersebut dan langsung dibanjiri komentar pedas dari suporter Green Falcons yang menilai Al-Ali terlalu keras dalam memimpin laga kontra Indonesia.
“Meskipun kemenangan Hijau dengan skor (3-2) atas Indonesia, wasit Kuwait tersebut menjadi sasaran kritik pedas dari para penggemar Saudi di platform media sosial, karena banyak yang terkejut dengan keputusannya mengusir pemain Mohammed Kano, 4 menit setelah memasuki lapangan pertandingan,” tulis Winwin.
- REUTERS/Stringer
Insiden itu terjadi pada menit ke-89. Kano baru saja masuk ke lapangan, namun di masa tambahan waktu, ia menerima kartu kuning karena dianggap mengulur waktu saat melakukan lemparan ke dalam.
Beberapa detik kemudian, pemain Al-Hilal itu melakukan gestur yang dianggap menghina wasit dan langsung dikartu merah.
Kejadian ini memicu kemarahan publik Arab Saudi yang menilai keputusan tersebut berlebihan.
Namun bagi pihak Kuwait, tindakan Al-Ali dianggap sebagai bentuk ketegasan dan profesionalisme di tengah tekanan besar laga internasional.
Lebih lanjut, Winwin melaporkan bahwa Mohammed Kano kini terancam sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
- REUTERS/Stringer
Berdasarkan regulasi disiplin AFC, penghinaan terhadap ofisial pertandingan bisa berujung pada larangan bermain antara dua hingga empat laga.
Sebagai catatan, Ahmed Al-Ali bukan wasit sembarangan.
Ia telah memegang lisensi internasional sejak 2016 dan berpengalaman memimpin berbagai kompetisi elite Asia seperti Piala Teluk, Kualifikasi Piala Dunia, dan Liga Champions AFC.
Di bawah kepemimpinannya, Arab Saudi sudah empat kali bertanding dan hanya sekali kalah yakni ketika tumbang 2-3 dari Bahrain di Piala Teluk 2024.
Kinerja Al-Ali yang tetap tegas meski menghadapi tekanan dari tim besar seperti Arab Saudi membuatnya dipuji banyak pihak di Kuwait.
Namun bagi fans Green Falcons, keputusan KFA memberi penghargaan kepada wasit yang mereka anggap “merugikan” jelas bikin panas hati. (asl)