- tvOnenews-Taufik Hidayat
Terpopuler Timnas Indonesia: Media Italia Keheranan Lihat Jay Idzes dan Emil Audero, hingga Jairo Riedewald Hilang Harapan Bela Garuda
Tindakan ini memicu spekulasi bahwa Riedewald sudah kehilangan harapan untuk membela Garuda.
Awalnya, Patrick Kluivert terang-terangan menyebut nama Riedewald sebagai target naturalisasi. Bahkan, asisten pelatih Timnas, Denny Landzaat, juga membuka pintu selebar-lebarnya untuk sang pemain.
“Jika itu tergantung pada kami, dia akan bergabung dengan kami. Dia akan diterima dengan senang hati,” ujar Landzaat pada Februari lalu.
Namun, masalah administrasi menjadi penghalang utama.
Menurut Exco PSSI Arya Sinulingga, proses naturalisasi Riedewald lebih rumit dibanding Maarten Paes, yang kini sudah resmi menjadi WNI.
Alhasil, PSSI dan Patrick Kluivert memutuskan untuk memprioritaskan Joey Pelupessy.
Keputusan ini membuat nasib Riedewald menggantung, hingga akhirnya ia menghapus semua identitas terkait Timnas Indonesia di media sosial.
Baca selengkapnya: Jairo Riedewald Hapus Bendera Merah Putih di Profil Instagram-nya, Sang Pemain Tak Lagi Ngarep Dinaturalisasi Timnas Indonesia?
3. Shin Tae-yong Bicara Blak-blakan Setelah 8 Bulan Dipecat PSSI
- Kolase tvOnenews.com | YouTube JekPod / PSSI
Delapan bulan setelah dipecat PSSI pada 6 Januari 2025, Shin Tae-yong akhirnya berani berbicara blak-blakan tentang perasaannya.
Pelatih asal Korea Selatan ini mengaku sangat merindukan atmosfer saat memimpin Timnas Indonesia, terutama momen kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
“Sebenarnya yang paling saya kangenin itu sorak-sorai penonton yang menggema di stadion waktu kami menang,” ungkap Coach Shin.
Shin juga membandingkan perbedaan budaya suporter di Korea dan Indonesia. Menurutnya, suporter Indonesia lebih loyal karena mereka tetap bernyanyi bahkan setelah laga selesai.
“Para penggemar di Korea ada semacam budaya penggemar keluar stadion lima menit sebelum pertandingan selesai karena takut macet. Sementara di Indonesia, mereka nggak keluar, bahkan sampai 20-30 menit setelah pertandingan, terus bernyanyi bersama pemain, teriak nama saya, dan menyanyi. Suasana itu yang paling saya ingat,” jelasnya.
Saat ditanya soal pemain yang paling ia rindukan, Shin tidak bisa memilih satu nama.
Namun, ia menyebut generasi pertama yang ia latih untuk Piala Dunia U-20 2021, seperti Pratama Arhan, Witan Sulaeman, dan Rizky Ridho, memiliki tempat khusus di hatinya.