- tvOnenews.com/Taufik Hidayat/instagram.com/vitasibizamales
Timnas Indonesia Disorot Petinggi Klub Eropa, Sarankan Garuda Muda Jangan Pakai Total Football Jika Mau Kalahkan Thailand di Piala AFF U-23 2025
Jakarta, tvOnenews.com – Timnas Indonesia U-23 mendapat masukan dari salah satu petinggi klub Eropa jelang menghadapi Thailand di semifinal Piala AFF U-23 2025.
Pada Jumat (25/07/2025) malam WIB, Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand untuk mengamankan tiket ke final Piala AFF U-23 2025.
Bertanding di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada pukul 20.00 WIB, pertandingan Timnas Indonesia vs Thailand bakal menjadi ulangan semifinal Piala AFF U-23 2023.
- tvonenews.com - Taufik Hidayat
Saat itu, Timnas Indonesia mampu mengalahkan Thailand dengan skor 3-1 di Stadion Rayong Province, Rayong, pada 24 Agustus 2023.
Timnas Indonesia memastikan satu tempat di babak semifinal setelah berhasil menjadi juara Grup A.
Tercatat, skuad Garuda mampu menorehkan tujuh poin dari tiga pertandingan.
Skuad asuhan Gerald Vanenburg menyegel predikat juara Grup A setelah mengalahkan Brunei Darussalam dan Filipina, serta ditahan imbang oleh Malaysia.
Sementara itu, Thailand melaju ke semifinal Kejuaraan ASEAN U-23 2025 setelah menempati peringkat pertama Grup C dengan empat poin dari dua laga, hasil menaklukkan Timor Leste dan ditahan imbang oleh Myanmar.
Meski memiliki keuntungan dari faktor tuan rumah, Timnas Indonesia diminta untuk tidak terlalu menganggap remeh Thailand.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Bahkan, salah satu petinggi klub Eropa, Vitas Males, mengakui bahwa Thailand merupakan lawan yang berat bagi Timnas Indonesia.
"Tim Thailand U-23 sangat tangguh. Mereka tampil solid di lini belakang dan kuat dalam serangan balik. Mereka punya kecepatan yang bisa sangat berbahaya saat transisi," ucapnya saat dihubungi tvOnenews.com.
Menurut Vitas Males, pertarungan sengit bakal terjadi di lini tengah, di mana aliran bola ke striker akan menjadi titik penting untuk memenangkan pertandingan.
Meski begitu, sosok yang juga merupakan pelatih kiper di Liga Australia ini memberi saran kepada Timnas Indonesia agar memaksimalkan bola mati.
Sebab, postur tubuh para pemain Thailand tidak terlalu tinggi sehingga bisa menjadi kelemahan saat menghadapi situasi set piece.
"Pertarungan di lini tengah akan jadi menarik. Tapi menurutku, kamu bisa menyakiti mereka lewat situasi bola mati karena rata-rata pemain Thailand cukup kecil secara postur," tambahnya.
- instagram.com/vitasibizamales
Lebih lanjut, Vitas Males juga menyarankan agar Timnas Indonesia tidak lagi menggunakan taktik Total Football yang mengandalkan tekanan penuh.
Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi bumerang jika Thailand mampu melakukan intersep dan Timnas Indonesia tidak bisa melakukan transisi dengan cepat.
"Masalahnya, jika kamu kehilangan penguasaan bola dalam sistem total football, dan tekanan (pressing) kamu lemah atau transisinya lambat, kamu bisa habis,"
"Sistem total football hanya efektif jika kamu bermain kompak, memberikan tekanan kuat setelah kehilangan bola, dan bereaksi cepat saat transisi," tutup Vitas Males, yang merupakan salah satu Board of Directors klub asal Kroasia tersebut.
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, mengaku optimistis bisa mengalahkan Thailand di semifinal nanti.
Bahkan, dirinya cukup yakin bisa menyelesaikan pertandingan tanpa melalui adu penalti.
"Saya tidak melatih adu penalti karena target saya menang dalam 90 menit,"
"Saya puas dengan penampilan Hokky (Caraka) dan Jens (Raven), karena mereka selalu menciptakan peluang. Tinggal menunggu gol datang," kata Gerald Vanenburg dalam jumpa pers, Kamis (25/07/2025) lalu.