news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Patrick Kluivert & Skuad Timnas Indonesia.
Sumber :
  • Instagram/@patrickkluivert9

Media Vietnam 'Muak' Gegara Timnas Indonesia, Sudah Capek-capek Naturalisasi tapi Skuad Patrick Kluivert Justru Malah...

Media Vietnam mulai muak lihat Timnas Indonesia melesat lewat program naturalisasi, Padahal aturan di Vietnam sudah dipermudah. Lantas apa yang menyebabkan naturalisasi Vietnam 
Rabu, 23 Juli 2025 - 13:42 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Beberapa waktu lalu, Media Vietnam mulai gerah lihat pada Timnas Indonesia terkait proses naturalisasi pemain. 

Sebagai informasi, program naturalisasi di kawasan Asia Tenggara kian menjadi sorotan publik sepak bola, terutama setelah Timnas Indonesia menunjukkan lonjakan performa luar biasa.

Di tengah tren ini, Vietnam justru menunjukkan tanda-tanda frustrasi terhadap laju impresif Tim Garuda, yang dinilai terlalu unggul, bahkan dibandingkan mereka yang kini juga mulai serius menata program naturalisasi.

Dalam laporan media Vietnam, Soha, disebutkan bahwa Vietnam sebenarnya telah melakukan pembaruan besar-besaran dalam sistem naturalisasi.

Bahkan tujuannya jelas: mempermudah proses bagi para pemain asing untuk membela Timnas Vietnam. 

Perubahan ini dibuat agar mereka bisa bersaing di level Asia, menyusul langkah yang telah lama dilakukan oleh Indonesia.

Namun, alih-alih disambut positif, langkah Vietnam itu justru dinilai tak sebanding dengan pencapaian Indonesia. 

Bahkan media Vietnam mulai merasa jengah dan kesal karena upaya mereka dianggap sia-sia.

Setelah ada komentar dari pelatih asal Malaysia yang menyebut bahwa Vietnam dan Malaysia tetap sulit mengejar ketertinggalan dari Timnas Indonesia, meskipun menambah banyak pemain naturalisasi.

"Pakar: Meski Tim Vietnam dinaturalisasi, tetap sulit mengejar ketertinggalan dari Timnas Indonesia," tulis Soha dalam artikelnya.

Media tersebut juga menyoroti pendapat Raja Isa Raja Akram Shah, pelatih asal Malaysia yang pernah menjadi kapten PSM Makassar. 

Ia menilai bahwa meski Vietnam dan Malaysia sama-sama aktif mencari pemain naturalisasi, mereka tetap tidak akan bisa menjadi ancaman besar bagi Indonesia.

"Namun, pelatih asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Shah, mantan kapten klub PSM (Indonesia), memberikan pendapat yang cukup mengejutkan dengan meremehkan tim Vietnam dan Malaysia," tulis media Vietnam, Soha.

Hal ini tentu menjadi tamparan bagi Vietnam, yang saat ini sedang gencar memperkuat skuad nasional melalui strategi yang sama dengan Indonesia. 

Namun, mereka dinilai terlambat start. Menurut Raja Isa, keunggulan Indonesia terletak pada luasnya jaringan pemain keturunan Indonesia di berbagai negara. 

Ini menjadi sumber daya unik yang tidak dimiliki Vietnam maupun Malaysia.

“Indonesia memiliki banyak pemain keturunan yang tersebar di seluruh dunia. Hal ini membuat program naturalisasi mereka jauh lebih kuat dibanding negara Asia Tenggara lainnya,” lanjut Soha.

Ketidaknyamanan media Vietnam ini menunjukkan adanya tekanan internal terhadap efektivitas program naturalisasi mereka. 

Padahal dari sisi regulasi, Vietnam telah berusaha keras menyederhanakan proses kewarganegaraan bagi pesepak bola asing yang ingin membela bendera merah kuning tersebut.

Bandingkan dengan Indonesia yang sejak beberapa tahun terakhir telah berhasil mendatangkan sederet pemain naturalisasi berpengalaman, seperti Shayne Pattynama, Rafael Struick, Ivar Jenner, hingga Nathan Tjoe-A-On. 

Di bawah kepemimpinan pelatih Patrick Kluivert, Timnas Indonesia kini bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga solid secara struktur. 

Program naturalisasi di Indonesia pun bukan hanya responsif, melainkan telah menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang matang.

Sementara itu, Vietnam dan Malaysia masih dalam fase awal penguatan skuad melalui naturalisasi. 

Mereka baru mulai mencari dan memproses pemain-pemain diaspora, yang tentu butuh waktu untuk bisa menyatu secara taktik maupun budaya.

Vietnam kini merasa langkah mereka seperti dibayangi oleh dominasi Indonesia, dan hal inilah yang membuat media mereka mulai menunjukkan rasa “muak”.

Media Vietnam juga mengungkap bahwa gelombang naturalisasi kini semakin meluas di Asia Tenggara. 

"Gelombang naturalisasi pemain semakin marak di Asia Tenggara. Setelah Indonesia dan Malaysia, timnas Vietnam juga bisa menerapkan strategi ini setelah undang-undang naturalisasi baru diberlakukan," tulis media Vietnam, Soha.

Namun, hanya Indonesia yang sejauh ini sukses memaksimalkannya. Ini jadi semacam "alarm" bahwa tanpa visi dan sistem yang jelas, program naturalisasi hanya akan jadi proyek sementara yang tak berdampak signifikan.

Meski begitu, ke depan, persaingan ini akan semakin sengit. Jika Vietnam mampu menstabilkan proses dan merekrut pemain dengan kualitas mumpuni, maka bukan tak mungkin mereka bisa mendekati performa Indonesia. 

Namun untuk saat ini, dominasi Indonesia lewat program naturalisasi masih belum tertandingi, dan itulah yang kini membuat media Vietnam kehilangan kesabaran. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral