news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rochy Putiray.
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

Singgung Protes Voters Soal Pemain Naturalsiasi Setelah Perubahan Statuta Disahkan, Legenda Timnas Indonesia Sayangkan Cela di Kongres Biasa PSSI 2025 

Agenda tahunan Kongres Biasa PSSI digelar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (4/6/2025). 
Kamis, 5 Juni 2025 - 01:50 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Legenda Timnas Indonesia, Rochy Putiray menyayangkan cela yang ada di Kongres Biasa PSSI 2025. 

Agenda tahunan Kongres Biasa PSSI digelar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (4/6/2025). 

Beberapa perubahan statuta pun disahkan setelah disetujui oleh voters yang hadir. 

Sampai akhirnya ada momen dimana Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengizinkan peserta voters untuk berbicara memberikan saran pada kepemimpinannya di masa depan. 

Sayangnya, momen yang seharusnya menutup kongres malam itu harus diwarnai oleh kritik dan perbedaan pendapat yang sebenarnya bisa diperbincangkan ketika sebelum pengesahan statuta dilakukan. 

"Kalau saya tidak terlalu mengerti dengan aturan tersebut karena baru dua kali ikut (kongres), yang saya sayangkan itu setelah ditutup baru pada protes," kata Rochy Putiray usai kongres. 

"Bahkan ada beberapa pertanyaan yang diajukan, yang menurut saya, kenapa orang harus melihat sisi negatifnya, kenapa tak melihat sisi positifnya? Seperti tadi ada protes wasit lokal, minta bantu stadion," kata Rochy Putiray. 

Rochy merasakan adanya perubahan signifikan usai kepemimpinan Erick Thohir di PSSI. 

Hal yang paling terlihat adalah Timnas Indonesia dengan prestasi yang sudah lama diidam-idamkan. 

Sayangnya, naturalisasi sebagai proses kemajuan Timnas Indonesia itu diakui Rochy sempat dibahas setelah agenda selesai. 

"Misalnya ada pertanyaan jangka pendek, saya tadi hampir bicara tapi akhirnya ditahan, yang harus dibuat sekarang itu bagaimana kita mengubah mindset pemain muda," kata Rochy Putiray sebagai perwakilan Waanal Brothers FC ini. 

Bergelut di sepak bola usia muda, Rochy mengakui bahwa banyak hal yang masih terjadi di akar rumput. 

Sehingga ketika Simon Tahamata hadir sebagai Head of Scouting disambut baik untuk mencari talenta muda sehingga program naturalisasi sebagai programa jangka pendek dan pembinaan pemain muda sebagai program jangka panjang dapat beriringan. 

Pada momen yang seharusnya ditutup dengan nyaman, Rochy menyinggung bagaimana para voters, termasuk mertua Pratama Arhan Andre Rosiade serta voters lainnya mengutarakan unek-uneknya yang seharusnya dilakukan ketika kongres masih berlangsung.

"Ini gimana sih, minta saran ke depan kok malah bahas yang sudah lewat? Lalu pembangunan stadion, kalau tidak punya stadion kenapa main di Liga 1? Hal-hal yang, aduh, sayang ya, harusnya usul yang berkembang di pemain muda mindset pemain daerah malah jadi protes naturalisasi," kata Rochy. 

Tanpa menyebutkan sosok yang dimaksud, Rochy menyayangkan ketika pemain naturalisasi yang membela Timnas Indonesia turut disinggung. 

Sebagai pemain lokal, Rochy mengakui bahwa ada perbedaan signifikan soal pola pikir pemain di Indonesia. 

Dia membahas ketika mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mencoret pemain karena dianggap tidak disiplin.

Namun ketika ada pemain naturalisasi yang bergabung, sudah tak ada lagi pembahasan soal pemain yang dipulangkan oleh pelatih. 

"Disiplin itu hal dasar, mau bagaimana menang jika tidak ada itu?" kata Rochy. 

Rochy mengakui talenta pemain muda di daerah itu tak pernah habis alias selalu ada. Namun tantangan muncul dengan pola pikir pemain muda yang diakuinya sulit disetarakan dengan para pemain naturalisasi.

Alih-alih berkeluh kesah ketika perubahan statuta bahkan sudah disahkan. Rochy mengakui bahwa harus ada gebrakan di masa depan yang membuat talenta muda di Indonesia dapat bersaing dengan para pemain keturunan. 

"Kita edukasi ke generasi berikutnya, bagaimana pemahaman bermain bola. Ini bukan masalah statuta, tapi bagaimana kita menerima perubahan, toh meski mereka lahir di luar tapi mereka punya darah Indonesia, untuk apa pusing?" kritik Rochy. 

Rochy memuji bagaimana PSSI sudah mengarah ke arah positif di bawah gebrakan Erick Thohir setelah membawa pemain keturunan untuk dinaturalisasi membela Timnas Indonesia.

"Lihat hasil keuangan sampai ratusan miliar. Kapan merchandise Timnas Indonesia untung miliaran rupiah dari pemain lokal? Kapan stadion penuh ketika yang diperkuat oleh lokal? Kita juga jadi punya banyak pemain, itu hasil yang sama-sama cari solusi," katanya. 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral