- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Warga Belanda Berbondong-bondong Kasih Saran Mahal kepada Patrick Kluivert soal Pemain yang Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia Ini
tvOnenews.com - Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, kembali jadi sorotan publik usai isu naturalisasi pemain keturunan mencuat menjelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kali ini, bukan hanya fans Tanah Air yang ikut memberikan pandangan, tapi juga warga Belanda yang ramai-ramai memberi masukan penting soal salah satu nama yang tengah dipertimbangkan adalah Tommy St Jago.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (Sumber: Instagram/Patrick Kluivert)
Nama Tommy St Jago sebenarnya bukan sosok asing di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.
Bek tengah berusia 25 tahun ini dikenal sebagai pemain berdarah Indonesia yang saat ini memperkuat klub Eredivisie, Willem II Tilburg.
Dalam semusim terakhir, St Jago tampil sebanyak 35 kali di semua kompetisi, membuktikan dirinya sebagai salah satu andalan lini pertahanan timnya.
Namun, meski punya statistik yang solid, sejumlah netizen Belanda memberikan peringatan keras kepada Patrick Kluivert.
Mereka menyarankan agar pria asal Belanda yang kini membesut Timnas Indonesia itu mempertimbangkan ulang keputusannya jika ingin menaturalisasi St Jago.
“St Jago adalah pemain yang bagus, namun punya satu masalah: dia sangat rentan akan cedera,” tulis salah satu komentar warga Belanda yang dikutip dari media setempat, Voetbal Primeur.
Komentar itu lantas dibanjiri tanggapan lain yang senada. “Dia telah seperti ini (rentan cedera) di sepanjang kariernya,” timpal netizen lain.
Saran ini tentu bisa jadi informasi penting bagi Patrick Kluivert. Sebab, meskipun proses naturalisasi selalu terbuka sepanjang memenuhi kriteria, Timnas Indonesia memerlukan pemain yang tidak hanya berbakat, tapi juga memiliki kebugaran fisik untuk tampil reguler, terlebih saat menghadapi jadwal padat.
Belum lagi, pada pertandingan playoff degradasi Eredivisie melawan FC Dordrecht, St Jago kembali tidak bisa tampil karena mengalami cedera.
Hal itu memperkuat kekhawatiran publik Belanda yang mempertanyakan profesionalismenya.
“Bagaimana mungkin Anda, sebagai seorang yang profesional, tidak bugar di peristiwa terpenting dalam kompetisi?” ucap salah satu warganet.
Yang lain menyoroti konsistensi kondisi fisik sang pemain. “St Jago memang rentan cedera, dia mungkin tidak bisa bermain dalam dua laga dengan jarak berdekatan,” imbuhnya.
Bagi Patrick Kluivert, komentar semacam ini bisa menjadi pertimbangan strategis dalam menyusun skuad yang solid dan kompetitif untuk jangka panjang.
Sebagai catatan, Timnas Indonesia kini tengah berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi dua laga penting melawan China dan Jepang pada Juni mendatang.
Untuk dua laga tersebut, PSSI tidak merencanakan adanya tambahan pemain baru dari jalur naturalisasi.
Namun, bukan berarti proses tersebut ditutup total. Masih ada peluang setelah dua pertandingan tersebut untuk mendatangkan pemain berdarah Indonesia, seperti Tommy St Jago, asalkan benar-benar dibutuhkan dan punya kesiapan maksimal.
Patrick Kluivert, dengan pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa, tentu diharapkan bisa menyaring masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sepak bola Belanda.
Terlebih, keputusan tentang pemain naturalisasi menyangkut masa depan Timnas dalam jangka panjang, bukan sekadar solusi jangka pendek.
Dengan masukan dari warga Belanda soal risiko cedera yang terus membayangi Tommy St Jago, langkah Patrick Kluivert selanjutnya tentu akan dinanti.
Apakah dia tetap membuka peluang untuk sang bek bergabung ke Skuad Garuda atau mencari opsi lain yang lebih aman secara fisik?
Yang pasti, perdebatan ini menandai bagaimana isu naturalisasi tak hanya jadi perhatian nasional, tetapi juga internasional khususnya di negara-negara asal pemain keturunan.
(rda/anf)