- FIFA.com
Reaksi Media Vietnam usai Timnas Indonesia Kena Sanksi FIFA Jelang Laga Kontra China, Sebut Kalau Peluang ke Piala Dunia 2026 akan…
Jakarta, tvOnenews.com - Reaksi berbagai media Vietnam usai Timnas Indonesia mendapat sanksi FIFA jelang lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia mendapat kabar buruk jelang pertandingan melawan China dan Jepang pada Juni 2025 mendatang.
FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI akibat dari pertandingan Timnas Indonesia melawan Bahrain pada Maret 2025 lalu.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga mengungkapkan hukuman tersebut diberikan karena terjadi diskriminasi dari penonton.
- Tangkapan Layar YouTube Arya Sinulingga
“Jadi kita kemarin sudah mendapatkan surat dari FIFA dengan referensi FDD 2338 tentang pasal 15 diskriminasi jadilah keputusan dari FIFA yang menyatakan bahwa PSSI harus bertanggung jawab terhadap perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia melawan Bahrain yang dimainkan 25 Maret 2025 yang lalu. Di sana FIFA juga mengirimkan laporan, jadi ada monitoring sistem mereka sebagai laporan mereka," ujar Arya dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (11/5/2025).
Arya mengungkapkan, FIFA mendapat laporan bahwa ada sekitar 200 orang yang meneriakkan slogan xenophobia atau kebencian terhadap orang asing.
"Berdasarkan laporan pertanyaan tersebut, FIFA menyatakan bahwa suporter tuan rumah Indonesia itu paling aktif di tribun utara dan selatan, peristiwa insiden terjadi di sektor 19 disebabkan oleh suporter Indonesia pada menit ke-80 sekitar hampir 200 suporter tim tuan rumah meneriakkan slogan xenophobia Bahrain bla bla bla," kata Arya.
Akibatnya, PSSI dijatuhi hukuman berupa denda dan membatasi jumlah kehadiran penonton di pertandingan terdekat, yakni melawan China.
- REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
"Akibatnya PSSI didenda hampir setengah milyar yaitu sekitar hampir 400 juta lebih, kemudian yang kedua, PSSI diperintahkan FIFA untuk memainkan pertandingan berikutnya dengan jumlah penonton terbatas dengan menutup sekitar 15 persen dari kursi yang tersedia, dan ini terutama di tribun di belakang gawang, artinya di utara selatan, dan kita harus memberikan plan kepada FIFA rencana tempat duduk 10 hari sebelum pertandingan," ucap Arya.
"Tetapi FIFA juga memberikan ruang untuk alternatif boleh saja 15 persen itu diberikan tapi kepada komunitas anti diskriminasi atau komunitas khusus seperti keluarga mungkin pelajar atau perempuan gitu, dan mereka harus memasang spanduk anti diskriminasi. Jadi FIFA juga meminta kepada PSSI untuk membikin planing rencana komprehensif melawan diskriminasi di sepak bola Indonesia," ucap Arya.