- AFC
Reaksi Tak Terduga Media China Dengar Timnas Indonesia Dapat ‘Bantuan’ dari Jepang: Tidak Sepenuhnya Buruk
“Mereka [Jepang] sudah lolos ke Piala Dunia, jadi kami punya kesempatan untuk menang,” kata Verdonk.
“Kita bisa berharap ada keajaiban yang terjadi saat menghadapi Jepang meski tandang,” tambah Verdonk.
Kabar Jepang akan menurunkan tim pelapisnya saat menghadapi Timnas Indonesia sudah sampai ke China.
Media setempat, Sohu, secara tidak terduga justru menganggapnya sebagai kabar yang tidak sepenuhnya buruk untuk Timnas China.
“Jepang mengirim tim keduanya untuk bermain menghadapi Indonesia: Ini mungkin bukan hal buruk untuk tim nasional [China],” demikian pembahasan dari Sohu.
China masih berharap untuk bisa menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, jadi kemenangan atas Timnas Indonesia di SUGBK sangatlah penting.
Sohu mempertimbangkan tiga aspek dari keputusan Moriyasu tersebut yang mungkin tidak sepenuhnya buruk untuk China.
Timnas Indonesia melawan China. (Sumber: PSSI)
Yang pertama, keputusan ini akan membuat para pemain yang terpinggirkan untuk bermain dengan kekuatan penuh untuk laga kontra Indonesia.
“Untuk beberapa pemain terpinggirkan yang belum tentu apakah akan dipanggil ke Piala Dunia, ini adalah kesempatan bagus untuk membuktikan kualitas mereka,” kata Sohu.
Yang kedua adalah kualitas para pemain domestik Jepang dinilai tidak akan mudah untuk ditaklukkan.
Sohu mengambil contoh dari kualitas tim Kawasaki Frontale yang berhasil mencapai final Liga Champions Asia Elite setelah mengalahkan Al Nassr yang diperkuat oleh Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane.
Timnas China. (Sumber: Instagram Timnas China)
Terakhir, alias yang ketiga, Sohu mengatakan bahwa apa pun strategi Jepang seharuusnya tidak menjadi kecemasan untuk China, yang harus fokus kepada dirinya sendiri.
“Tujuan utamanya di Kualifikasi Piala Dunia pada bulan Juni adalah untuk mengalahkan Indonesia dan Bahrain, mengumpulkan cukup poin,” katanya.
Pada akhirnya, menurut Sohu, keputusan Jepang untuk mengirim tim kedua menghadapi Indonesia seharusnya tidak menjadi halangan bagi China untuk berjuang.
“Ini sebenarnya lebih kepada peringatan ketimbang halangan. Itu sebuah tantangan dan kesempatan untuk mempromosikan peningkatan diri,” tuturnya.
(anf)