- REUTERS/Albert Gea
Comeback Gila atau Tersingkir? Barcelona Hadapi Ujian Terberat Musim Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Tugas nyaris mustahil menanti FC Barcelona saat menjamu Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey, Rabu (4/3/2026).
Blaugrana harus membalikkan defisit empat gol usai dipermalukan Atletico pada leg pertama bulan lalu.
Saat itu, Barcelona kebobolan empat gol di babak pertama tanpa mampu mencetak satu pun gol balasan, kekalahan yang menjadi pertama kalinya mereka gagal mencetak gol di kompetisi domestik musim ini.
Pelatih Hansi Flick menegaskan timnya tak punya pilihan selain mencoba melakukan sesuatu yang tampak mustahil.
“Kami tertinggal empat gol dan harus membuat sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Itulah tujuan kami. Ini tidak mudah, tetapi kami tidak akan menyerah,” ujar Flick dikutip dari laman resmi klub, Senin (2/3/2026).
Flick menekankan pentingnya menjaga pertahanan tetap solid. Menurutnya, satu gol tambahan untuk Atletico bisa membuat misi semakin berat.
“Penting untuk tidak kebobolan, tetapi kami harus percaya pada kekuatan kami. Kami harus selalu yakin. Misalnya, di setiap babak kami perlu mencetak dua gol,” katanya.
Secara statistik, Barcelona punya alasan untuk tetap optimistis. Tim asal Katalunya itu tengah memimpin klasemen LaLiga dan menjadi tim tersubur musim ini dengan koleksi 71 gol.
Produktivitas mereka juga sedang meningkat. Dalam dua pertandingan terakhir, Barcelona mencetak tujuh gol, termasuk hattrick Lamine Yamal saat menghadapi Villarreal akhir pekan lalu.
Namun, kabar kurang baik datang dari kondisi Robert Lewandowski.
Striker asal Polandia itu dipastikan absen setelah mengalami patah tulang di sekitar rongga mata akibat benturan dalam laga melawan Villarreal.
Absennya Lewandowski menjadi tantangan besar, mengingat pengalamannya kerap menjadi pembeda di laga-laga penting.
Meski demikian, Flick tetap percaya pada kedalaman skuadnya. Ia meminta para pemain tampil agresif, memenangi duel, dan menjaga penguasaan bola.
Menurut Flick, Atletico sangat berbahaya saat melancarkan serangan balik, sehingga Barcelona harus tampil disiplin sebagai satu kesatuan tim.(ant/lgn)