- REUTERS/FLAVIO LO SCALZO
AC Milan vs Juventus: Pelatih Legendaris Italia Lebih Unggulkan I Bianconeri Ketimbang Rossoneri
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan dan Juventus akan saling berhadapan dalam laga krusial yang berpotensi menentukan arah akhir musim. Pertandingan ini tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga menyangkut gengsi dan momentum menuju Liga Champions.
Kedua tim sejatinya berada di jalur yang cukup aman untuk finis di empat besar. Milan masih unggul delapan poin dari pesaing terdekat, sementara Juventus terus menjaga jarak dari tim di bawahnya.
Namun, performa kedua tim belakangan menunjukkan tren berbeda. Milan mulai kehilangan konsistensi, sedangkan Juventus justru tampil lebih solid dalam beberapa pekan terakhir.
Legenda pelatih Italia, Fabio Capello, melihat situasi ini sebagai keuntungan bagi Juventus. Ia menilai tim asuhan Luciano Spalletti memiliki kondisi yang lebih stabil dibandingkan Milan.
“Saat ini saya lebih memilih berada di bangku cadangan Spalletti, yang tampaknya memiliki lebih sedikit masalah dalam permainan dan karakter tim dibandingkan Allegri,” ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.
Capello menyoroti peningkatan signifikan Juventus, terutama dari sisi pertahanan. Dalam tiga pertandingan terakhir, I Bianconeri mampu menjaga gawang mereka tetap steril dari kebobolan.
“Juventus sempat berjalan lambat, tetapi kini mereka menemukan keseimbangan taktik. Mereka bahkan tidak kebobolan dalam tiga pertandingan terakhir,” katanya.
Di sisi lain, Milan justru menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Hal ini membuat persaingan antara kedua tim semakin menarik untuk disimak.
Meski begitu, Capello menegaskan bahwa target utama kedua klub tetap sama. Lolos ke Liga Champions adalah harga mati bagi tim sebesar Milan dan Juventus.
“Allegri sudah jelas sejak awal bahwa targetnya adalah kembali ke Liga Champions, dan dia berhasil mencapainya. Hal yang sama juga berlaku bagi Juventus,” ucapnya.
Capello juga mengingatkan bahwa evaluasi musim tidak boleh hanya dilihat dari posisi klasemen. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana tim bisa kembali menjadi penantang gelar.
“Analisis akhir musim tidak boleh hanya berdasarkan posisi di klasemen, tetapi pada apa yang dibutuhkan untuk kembali ke jalur kemenangan. Milan dan Juventus harus kembali bersaing untuk Scudetto,” tegasnya.