- Dewa United
Kalah 0-1 dari Galatasaray, Jan Olde Riekerink Justru Minta Dewa United Tiru Liverpool saat Hadapi Manila Digger
“Saya pikir persiapan berjalan dengan baik. Kita harus ingat bahwa kita berada di kompetisi ini karena musim lalu kita finis di posisi kedua liga," ucap Riekerink.
"Dalam pertandingan ini kita mewakili Dewa United dan juga Indonesia,” sambung pelatih yang pernah menjadi guru Patrick Kluivert di Ajax Amsterdam itu.
Riekerink juga menyinggung evaluasi dari pertandingan leg pertama. Saat itu, menurutnya Dewa United sebenarnya mampu menciptakan peluang, tetapi belum maksimal dalam memanfaatkannya.
Meski demikian, ia menilai masalah utama bukan hanya soal penyelesaian akhir. Pelatih berusia 61 tahun itu lebih menekankan pentingnya menambah jumlah pemain di area kotak penalti lawan.
“Pada akhirnya sentuhan akhir selalu berkaitan dengan bakat. Kami lebih fokus pada bagaimana menempatkan lebih banyak pemain di depan gawang,” ujarnya.
Selain mengevaluasi timnya sendiri, Riekerink juga mengamati karakter permainan Manila Digger. Ia menilai lawannya memiliki gaya bermain yang cukup unik.
Pengalaman melatih di Afrika Selatan membuat Riekerink cukup memahami karakter sepak bola Afrika. Hal itu menurutnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan strategi.
“Mereka memiliki sembilan pemain dari Gambia, jadi ini bukan benar-benar tim Filipina. Gaya bermain mereka lebih seperti sepak bola Afrika,” kata Riekerink.
“Kami mencoba bermain dengan penguasaan bola dan menciptakan peluang dari sana. Sementara mereka memiliki pendekatan yang berbeda, jadi kami harus menyesuaikan diri,” tutupnya.
(igp/rda)