- ANTARA FOTO/REUTERS/Carl Recine/foc.
Gebrakan Mengejutkan AC Milan di Bursa Transfer! Jurnalis Italia Sebut Casemiro Berpotensi Hengkang ke San Siro
Jakarta, tvOnenews.com - Rumor besar mulai berembus dari bursa transfer Eropa yang mengaitkan gelandang veteran Brasil, Casemiro, dengan kepindahan mengejutkan ke AC Milan. Spekulasi ini muncul setelah masa depan sang pemain di Manchester United semakin tidak pasti menjelang berakhirnya kontraknya pada akhir musim.
Situasi kontrak tersebut membuat Casemiro berpotensi tersedia secara gratis pada bursa transfer musim panas nanti. Hingga kini belum ada tanda-tanda kuat bahwa pihak Manchester United akan memperpanjang kerja sama dengan gelandang berusia 34 tahun tersebut.
Kondisi itu langsung memicu berbagai spekulasi di Italia, terutama terkait kemungkinan Milan bergerak memanfaatkan peluang tersebut. Klub berjuluk Rossoneri itu disebut sedang memantau situasi Casemiro dengan cukup serius.
Dalam beberapa laporan media Italia, Milan memang tengah mempertimbangkan pengalaman para pemain senior untuk memperkuat lini tengah. Strategi ini sebelumnya terbukti cukup berhasil setelah kedatangan Adrien Rabiot dan legenda hidup Luka Modric.
Kedua pemain tersebut memberikan dampak signifikan terhadap keseimbangan permainan tim. Pengalaman mereka dianggap membantu Milan tampil lebih matang dalam menghadapi pertandingan-pertandingan besar.
Di tengah berkembangnya rumor tersebut, jurnalis senior Italia, Carlo Pellegatti, ikut memberikan pandangannya. Ia menilai peluang transfer Casemiro ke Milan sebenarnya tidak sepenuhnya mustahil terjadi.
Pellegatti mengakui memang sudah ada beberapa bantahan mengenai rumor tersebut. Namun menurutnya, bantahan itu lebih banyak datang dari kalangan jurnalis yang dekat dengan klub, bukan dari pihak manajemen Milan secara langsung.
Menurut Pellegatti, ada satu faktor yang bisa menjadi kunci kemungkinan transfer tersebut. Ia meyakini Casemiro memiliki keinginan pribadi untuk kembali bermain bersama Luka Modric sebelum mengakhiri kariernya di Eropa.
“Casemiro ingin bermain bersama Modric pada tahun-tahun terakhir kariernya di Eropa,” ujar Pellegatti dalam pernyataannya. Ia juga menambahkan bahwa bermain di Liga Champions menjadi salah satu ambisi yang masih ingin diwujudkan sang pemain.
Pellegatti bahkan menggambarkan skenario yang menurutnya cukup realistis terjadi. Ia menilai peluang transfer bisa terbuka jika Casemiro terlebih dahulu menghubungi Modric untuk membahas kemungkinan bermain bersama di Milan.
“Jika Casemiro menghubungi Modric dan Modric kemudian berbicara dengan pelatih Massimiliano Allegri atau direktur klub Igli Tare, maka kemungkinan itu tetap ada,” jelasnya. Ia menilai hubungan personal antarpemain sering kali menjadi faktor penting dalam proses transfer di sepak bola modern.
Meski demikian, ada satu kendala besar yang tidak bisa diabaikan dalam potensi transfer ini. Gaji Casemiro yang sangat tinggi menjadi tantangan utama bagi Milan yang dikenal memiliki struktur gaji yang cukup ketat.
Pellegatti menilai solusi dari masalah tersebut hanya bisa terjadi jika Casemiro bersedia menurunkan tuntutan finansialnya. Ia menyebut sang pemain kemungkinan perlu menyesuaikan gaji agar berada di level yang sama dengan pemain top Milan lainnya.
Namun sang jurnalis tetap melihat adanya ruang kompromi dalam situasi ini. Ia mengingatkan bahwa Casemiro telah mengantongi pendapatan besar selama beberapa tahun terakhir dalam kariernya.
“Setelah mendapatkan sekitar 36 juta euro dalam tiga tahun terakhir, saya pikir dia juga bisa menerima gaji yang lebih rendah,” kata Pellegatti. Menurutnya, keputusan seperti itu sering diambil pemain senior yang ingin tetap bermain di level tertinggi.
Ia pun menutup komentarnya dengan nada optimistis mengenai peluang transfer tersebut. Pellegatti menilai jika Milan benar-benar serius membangun proyek bersama Modric, maka kesepakatan dengan Casemiro bukan sesuatu yang mustahil.
“Jika Allegri dan Tare benar-benar mendorong proyek ini bersama Modric, kesepakatan itu bisa saja terjadi,” ujarnya. Ia bahkan menilai skenario tersebut tidak jauh berbeda dengan keberhasilan Milan merekrut Rabiot sebelumnya.
(sub)