news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu.
Sumber :
  • REUTERS/Matteo Ciambelli

Anomali Skuad Inter Milan: Mengapa Magis Chivu di Serie A Mendadak Lenyap di Liga Champions?

Musim pertama Cristian Chivu bersama Inter Milan menghadirkan cerita yang kontras. Ia dielu-elukan di kompetisi domestik, namun menelan kekecewaan di Eropa.
Kamis, 26 Februari 2026 - 23:53 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Musim pertama Cristian Chivu bersama Inter Milan menghadirkan cerita yang kontras. Di satu sisi ia dielu-elukan di kompetisi domestik, namun di sisi lain harus menelan kekecewaan pahit di panggung Eropa.

Di Serie A, Chivu seperti menemukan sentuhan magisnya. Inter tampil konsisten sejak awal musim dan nyaris tak tergoyahkan di puncak klasemen.

Dengan 12 pertandingan tersisa, Nerazzurri unggul sepuluh poin atas rival sekota, AC Milan. Jarak tersebut membuat peluang meraih Scudetto ke-21 semakin terbuka lebar.

Stabilitas menjadi kunci utama keberhasilan Inter musim ini. Chivu mampu meracik keseimbangan antara pertahanan solid dan lini serang yang efektif.

Dalam 26 pertandingan liga, Inter hanya menelan empat kekalahan. Catatan itu menjadi bukti betapa kokohnya mereka di kompetisi domestik.

Namun, cerita manis tersebut tidak berlanjut di UEFA Champions League. Justru di ajang inilah ujian sesungguhnya datang dan meninggalkan luka mendalam.

Inter secara mengejutkan disingkirkan oleh wakil Norwegia, FK Bodo/Glimt. Kekalahan agregat 2-5 di babak playoff menjadi pukulan telak bagi tim yang sebelumnya begitu dominan di liga.

Hasil tersebut memupus harapan Inter untuk melangkah ke babak 16 besar. Untuk pertama kalinya sejak musim 2020/21, mereka gagal menembus fase gugur Liga Champions.

Secara statistik, rapor Chivu di Eropa memang jauh dari kata ideal. Dari sepuluh laga pertamanya di kompetisi antarklub elite tersebut, lima berakhir dengan kekalahan.

Perbedaan performa ini menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa tim yang begitu solid di Italia justru kehilangan ketajaman dan ketenangan saat tampil di level Eropa.

Sebagian pengamat menilai faktor pengalaman menjadi salah satu penyebabnya. Liga Champions menuntut detail kecil dan konsistensi tinggi yang kerap menentukan nasib sebuah pertandingan.

Meski demikian, musim perdana Chivu belum bisa disebut gagal. Menurut laporan Corriere della Sera, jika Inter berhasil mengunci gelar liga, ia tetap akan dikenang sebagai pelatih yang sukses membawa klub kembali berjaya di kancah domestik.

Kini, fokus Inter sepenuhnya tertuju pada penyelesaian musim dengan sempurna. Chivu memiliki kesempatan emas untuk menutup musim debutnya dengan trofi, sembari menjadikan kegagalan di Eropa sebagai pelajaran berharga untuk bangkit lebih kuat pada musim depan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:46
01:34
07:27
02:53
00:44
06:12

Viral