- instagram Ajax
Suara Hati Maarten Paes Usai Debut di Ajax: Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus Selalu Mengalahkan NEC di Kandang!
tvOnenews.com - Debut bersama klub sebesar Ajax Amsterdam tentu bukan perkara mudah. Maarten Paes langsung dipercaya berdiri di bawah mistar pada pekan ke-24 Liga Belanda 2025/2026.
Namun, laga perdana itu tak diakhiri dengan clean sheet. Gawangnya kebobolan satu gol saat Ajax ditahan imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen di Johan Cruijff ArenA.
Apakah Paes merasa gagal? Kiper timnas Indonesia itu justru bersikap realistis. Ia mengakui ada “dosa” kecil dalam permainannya, terutama saat menguasai bola.
Meski begitu, ia menegaskan tetap tenang menghadapi tekanan besar di laga debutnya bersama De Godenzonen.
Dalam pertandingan yang digelar Sabtu (21/2/2026) malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB tersebut, kedua tim harus puas berbagi angka. Ajax sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya kecolongan di babak kedua.
Unggul Lebih Dulu, Lengah di Bola Mati
Ajax membuka keunggulan lewat aksi Mika Godts pada menit ke-39. Gol itu membuat tuan rumah menutup babak pertama dengan kepercayaan diri tinggi.
- instagram Ajax
Permainan menyerang yang dibangun sejak awal akhirnya membuahkan hasil setelah beberapa peluang tercipta.
Namun selepas jeda, situasi berubah. Pada menit ke-57, NEC berhasil menyamakan skor melalui Darko Nejasmic.
Gol tercipta dari situasi sepak pojok momen yang kemudian menjadi sorotan utama. Bola liar di kotak penalti tak mampu diantisipasi sempurna oleh lini belakang Ajax, membuat Paes harus memungut bola dari gawangnya.
Paes sendiri tampil cukup sibuk sepanjang laga. Ia mencatatkan tujuh penyelamatan penting yang menjaga Ajax tetap dalam persaingan hingga akhir pertandingan.
Sayangnya, satu kelengahan dalam mengantisipasi bola mati membuat clean sheet yang diidamkan sirna.
“Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Kami harus lebih tegas dan lebih kuat dalam momen seperti itu,” ujar Paes seperti dikutip dari laman resmi Ajax.
Paes Akui Lakukan Kesalahan Kecil
Meski secara statistik tampil solid, Paes tak menutup mata terhadap kekurangannya. Ia mengakui ada beberapa kesalahan kecil, terutama saat terlibat dalam build-up permainan.
“Ya, secara pribadi, semuanya berjalan cukup baik bagi saya,” tutur Paes.
“Saya memang melakukan beberapa kesalahan kecil dalam mengontrol bola. Namun, dengan pengalaman dan perjalanan yang telah saya lalui, saya berusaha untuk tetap tenang sebisa mungkin.”
“Itu terjadi meskipun saya benar-benar langsung dihadapkan pada situasi sulit,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Paes tidak merasa tampil buruk, tetapi tetap melakukan evaluasi diri.
Ia sadar ritme pertandingannya belum sepenuhnya kembali, mengingat kesempatan bermain reguler baru didapat setelah kepindahannya pada Januari 2026.
Mimpi Masa Kecil & Kepercayaan Pelatih
Kesempatan debut Paes datang setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera lutut serius saat latihan dan harus menjalani operasi hingga akhir musim.
- instagram Maartenpaes
Situasi itu membuka pintu bagi Paes untuk membuktikan kualitasnya. Menjelang laga, ia sempat berbincang dengan pelatih Fred Grim.
Percakapan singkat itu menjadi momen penting sebelum turun ke lapangan.
“Kemarin saya dan pelatih sempat berbincang singkat,” ujar Paes.
“Sejak saya tiba di sini, kami memiliki kontak yang baik. Fred Grim selalu terbuka kepada saya. Kemarin dia hanya bertanya: ‘Apakah kamu siap?’”
Paes pun menjawab tantangan itu. Bergabung dengan Ajax pada bursa transfer Januari 2026 dengan kontrak 3,5 tahun hingga Juni 2029, ia kembali ke tanah kelahirannya setelah empat musim berkarier di Amerika Serikat bersama FC Dallas.
Kepindahan ini sekaligus mewujudkan mimpi masa kecilnya sebagai penggemar Ajax.
Meski gagal meraih kemenangan, Paes menegaskan Ajax seharusnya bisa mendapatkan hasil lebih baik.
“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” katanya tegas.
Hasil imbang 1-1 membuat posisi kedua tim di klasemen tidak berubah. Ajax tetap di peringkat keempat dengan 43 poin, sementara NEC berada di posisi ketiga dengan jumlah poin sama, unggul selisih gol.
Debut tanpa clean sheet memang bukan akhir yang sempurna. Namun, dengan tujuh penyelamatan dan sikap reflektif atas kesalahannya, Maarten Paes menunjukkan mentalitas yang dibutuhkan untuk bertahan di bawah tekanan klub sebesar Ajax Amsterdam.
Kini, tantangannya adalah menjaga konsistensi dan membuktikan bahwa ia layak menjadi pilihan utama hingga akhir musim. (udn)