- REUTERS/Rodrigo Antunes
Mourinho Dituding Membenarkan Serangan Rasis kepada Vinicius usai Keluarkan Komentar Kontroversial
Seedorf menegaskan bahwa rasisme tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun. Ia menilai Vinicius sudah terlalu sering menjadi korban diskriminasi di dunia sepak bola.
"Kita tidak boleh, sekali pun, membenarkan pelecehan rasial. Vinicius sudah muak dengan perilaku tidak beralasan dari orang-orang. Saya tahu Mourinho pasti setuju dengan saya, tetapi sayangnya dia sedikit berlebihan dalam mengekspresikan perasaannya, menurut saya."
Theo Walcott turut menyuarakan kritik karena menilai Mourinho seharusnya lebih berhati-hati. Menurutnya, situasi tersebut tidak pantas dijadikan polemik tambahan.
"Saya cukup tenang dan terkendali, dan saya bukan orang yang sering marah. Saya menyukai semua yang telah dilakukan Jose Mourinho di dunia sepak bola, tetapi saya pikir dia telah membuat keputusan yang buruk dalam hal itu. Mungkin itu adalah satu-satunya saat kita seharusnya tidak mendengar darinya, satu-satunya malam di mana dia seharusnya tidak berada di depan kamera."
Jamie Carragher bahkan menilai sikap Mourinho terkesan munafik karena sejarah selebrasi provokatifnya. Ia menegaskan pemain berhak merayakan gol tanpa takut diskriminasi.
"Siapa pun bisa merayakan sesuka mereka, dan jelas Anda tidak boleh pernah menjadi korban pelecehan rasial, apa pun alasannya. Tapi rasanya agak berlebihan jika itu datang dari Mourinho, bukan dari sudut pandang rasial, melainkan hal-hal yang lebih serius," katanya di CBS Sports.
Carragher juga mengingatkan publik tentang berbagai aksi Mourinho di masa lalu. Ia menyebut pelatih tersebut kerap melakukan selebrasi kontroversial.
"Ini adalah sosok yang lebih sering merayakan kemenangan dan memprovokasi lawan daripada pelatih mana pun di masa lalu. Ingat dia berlari di pinggir lapangan di Old Trafford? Saya ingat dia menyuruh semua pendukung Liverpool untuk diam setelah gol telat Chelsea ."
Ia menilai kritik Mourinho terhadap Vinicius terasa tidak konsisten. Baginya, pemain Brasil itu berhak mengekspresikan emosinya.
"Dia menangkupkan telinganya ke arah pendukung lawan, jadi agak berlebihan jika dia mengkritik Vinicius Junior atas selebrasinya setelah mencetak gol penting di Liga Champions . Dia lebih dari berhak untuk merayakan golnya sesuka hatinya."