- REUTERS/Matteo Ciambelli
Filosofi Ilmu Padi ala Cristian Chivu, Minta Inter Milan Tetap Membumi Meski Sedang di Atas Angin: Scudetto Masih Jauh
Jakarta, tvOnenews.com – Meski keunggulan Inter Milan di puncak klasemen mulai terlihat jelas, Cristian Chivu memilih tetap menjaga nada bicara yang rendah. Pelatih Nerazzurri itu menegaskan bahwa timnya belum mencapai apa pun jika mulai terlena terlalu dini.
Dalam pertandingan terbarunya, Inter Milan sukses meraih kemenangan telak 5-0 atas Sassuolo, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Nerazzurri kian kukuh di puncak klasemen Liga Italia.
Meski demikian, Chivu secara khusus meminta para pemainnya untuk tidak terjebak dalam euforia. Ia ingin seluruh skuad tetap membumi dan fokus pada proses, bukan sekadar menatap posisi di tabel klasemen.
Menurut Chivu, momen positif yang sedang dialami Inter memang layak diapresiasi. Namun, apresiasi tersebut tidak boleh berubah menjadi rasa puas diri yang berlebihan.
“Kami harus mengakui momen ini dan progres yang kami buat dalam dua setengah bulan terakhir,” ujar Chivu, dikutip dari DAZN. Ia menyebut kerja keras tim mulai menunjukkan hasil nyata di atas lapangan.
Meski begitu, Chivu mengingatkan bahwa perjalanan musim masih panjang dan belum mencapai garis akhir. Persaingan di Serie A dinilainya tetap terbuka lebar dan penuh dinamika.
“Kami juga harus tetap rendah hati dan berpijak di tanah,” sambungnya. Chivu menekankan bahwa banyak tim lain yang masih berjuang di papan atas dan siap memanfaatkan setiap peluang.
Selain itu, Chivu kembali menggarisbawahi pentingnya proses dalam membangun performa tim. Menurutnya, peningkatan yang ditunjukkan Inter bukanlah hasil instan atau sekadar dorongan kepercayaan diri semata.
“Kami tidak boleh melupakan dari mana kami berasal dan apa yang telah kami lakukan untuk sampai di titik ini,” kata Chivu. Ia menilai ingatan terhadap proses awal menjadi fondasi penting untuk menjaga mental tim.
Chivu juga menekankan bahwa rasa percaya diri harus berjalan beriringan dengan kerja keras. Tanpa keseimbangan keduanya, performa tim akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
“Kami tidak perlu takut pada apa pun,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa kesadaran untuk terus bekerja adalah kunci utama agar Inter bisa terus berkembang.
Menurut Chivu, obsesi terhadap kesempurnaan justru bisa menjadi jebakan. Ia percaya sepak bola selalu menyediakan ruang untuk belajar dari kesalahan.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menyebut fase saat ini sebagai periode penting dalam perjalanan musim. Ia mengibaratkan Serie A sebagai sebuah maraton panjang yang menuntut konsistensi.
“Ini adalah momen-momen penting dalam musim,” ucap Chivu. Ia menilai Inter saat ini berada di titik tengah perjalanan yang masih menuntut energi serta fokus tinggi.
Dalam pandangannya, menjaga kedewasaan dan daya saing menjadi tugas utama tim. Chivu ingin Inter tetap lapar dan kompetitif di setiap pertandingan yang dijalani.
Saat ditanya secara langsung mengenai peluang Scudetto, Chivu menjawab dengan nada tegas. Ia menolak terjebak dalam hitung-hitungan persentase.
“Bagi saya, nol persen,” jawabnya singkat. Pernyataan itu mencerminkan keinginannya untuk menjaga tekanan tetap terkendali di ruang ganti.
Chivu menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia melihat musim ini sebagai perjalanan panjang yang menuntut pembuktian secara berkelanjutan.
(sub)