news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pierre Kalulu rayakan gol di laga Juventus kontra Pisa.
Sumber :
  • REUTERS/Jennifer Lorenzini

Juventus Lanjutkan Tren Kemenangan, Luciano Spalletti Dibuat Takjub oleh Satu Pemain Baru di Laga Kontra Pisa

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, terpukau dengan permainan pemain baru di laga kontra Pisa. Mereka berhasil melanjutkan tren positif di semua ajang sejauh ini.
Minggu, 28 Desember 2025 - 09:10 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, terpukau dengan permainan pemain baru di laga kontra Pisa. Mereka berhasil melanjutkan tren positif di semua ajang sejauh ini.

Bianconeri bertandang ke Arena Garibaldi untuk lanjutan kasta tertinggi Liga Italia, Serie A, pada Minggu (28/12/2025) dini hari WIB. Namun, mereka mengalami kesulitan menghadapi tim promosi, Pisa.

Spalletti memutuskan untuk memainkan Teun Koopmeiners kepada posisi aslinya, dengan beraksi di belakang Lois Openda bersama Kenan Yildiz sebagai gelandang serang. Padahal, Koopmeiners sebelumnya selalu dimainkan sebagai bek tengah sejak Spalletti menjabat.

Di babak pertama, Juve menghadapi kesulitan dengan percobaan Pisa bahkan hampir berbuah gol. Untungnya, duel berakhir imbang tanpa gol saat jeda turun minum.

Di menit ke-60, Spalletti melakukan dua pergantian pemain. Jonathan David dan Edon Zhegrova masuk ke lapangan untuk menggantikan Lois Openda dan Manuel Locatelli.

Strategi ini membuat Koopmeiners mundur sebagai gelandang bertahan. Sedangkan Zhegrova menemani Yildiz di belakang David.

Juve baru membuka skor di menit ke-73 melalui Pierre Kalulu, yang menyentuh bola di mulut gawang usai memanfaatkan umpan Weston McKennie. Kemudian, Yildiz menyelesaikan peluang di masa injury time usai David menyentuh umpan dari Fabio Miretti.

Spalletti tidak begitu puas dengan kemenangan ini. Namun, Juve berhasil melanjutkan tren kemenangan menjadi empat laga beruntun.

Mereka juga menang dalam tujuh dari delapan laga terakhir di semua ajang. Dia mengakui masuknya Zhegrova dan David membuat duel menjadi lebih baik di paruh kedua.

“Tempo kami lambat, selama 6-7 menit dan 6-7 menit pertama di babak kedua buruk, karena Pisa menyebabkan banyak masalah dengan intensitas mereka dan kami cukup beruntung dalam situasi tersebut,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia, dilansir Football-Italia.

“Di babak kedua, kami lebih berkualitas, lebih inventif, Zhegrova dan David bermain bagus, memberikan kami kualitas lebih di sepertiga akhir. Kami mampu mencetak gol dan pada momen tersebut, saya merasa bahwa itu pantas, karena kami menciptakan celah di kotak penalti. Kami bisa menjadi lebih baik dan kami harus menjadi lebih baik,” sambungnya.

Zhegrova, yang baru direkrut pada bursa transfer musim panas lalu, mengalami kesulitan sejak bergabung dari Lille. Namun dia menjadi pengubah keadaan dalam duel ini.

Spalletti sendiri mengindikasikan rasa terkejut karena Zhegrova sempat sakit demam beberapa hari lalu. Namun, sang penyerang asal Kosovo justru mampu menjadi pembeda.

“Zhegrova menderita flu dan demam tinggi selama tiga hari, jadi saya ragu dia bisa bertahan selama 35 menit. Namun, kami harus mengambil risiko karena kami kesulitan untuk menciptakan celah, dan dia, seperti yang telah kita lihat adalah seseorang yang mampu melakukannya. Dia tahu caranya mengecoh lawan dan membuat keputusan yang tepat,” tandas Spalletti.

“Sejujurnya saya tidak berpikir bahwa dia bisa bermain sebaik ini dalam situasinya [baru sembuh dari sakit]. Khephren Thuram meningkat juga setelahnya, saya benar-benar menyukai Miretti ketika dia bermain, jadi kemenangan ini menambah kepercayaan diri kami,” tukasnya.

Juventus kini naik ke peringkat ketiga klasemen sementara Serie A. Semenjak diasuh Spalletti, mereka baru menderita satu kekalahan. (rda)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral