- REUTERS/David Klein
Tumbangkan Arsenal 2-0, Manchester City Resmi Juara Carabao Cup 2025-2026
Jakarta, tvOnenews.com - Manchester City memastikan diri keluar sebagai juara Piala Liga Inggris atau Carabao Cup 2025/2026 setelah menundukkan Arsenal dalam laga final. Pertandingan yang digelar di Stadion Wembley, London, Senin (23/3) dini hari WIB itu berakhir dengan skor meyakinkan 2-0 untuk The Citizens.
Kemenangan ini menjadi bukti dominasi Manchester City dalam kompetisi domestik Inggris. Di bawah arahan Pep Guardiola, tim ini kembali menunjukkan konsistensi mereka di laga-laga penting.
Sorotan utama dalam pertandingan tersebut tertuju kepada talenta muda City, Nico O'Reilly. Pemain muda itu tampil gemilang dengan mencetak dua gol yang menjadi penentu kemenangan timnya.
Seluruh gol yang dicetak O'Reilly hadir pada babak kedua. Ia tampil sebagai pembeda saat pertandingan berjalan cukup ketat antara kedua tim.
Keberhasilan ini juga menambah koleksi trofi Manchester City di ajang Carabao Cup. Sepanjang sejarah klub, ini menjadi gelar kesembilan yang berhasil mereka raih.
Tak hanya itu, capaian ini juga menjadi trofi kelima bagi Pep Guardiola di kompetisi tersebut. Manchester City kini hanya terpaut satu gelar dari Liverpool yang masih menjadi pemegang rekor terbanyak.
Sejak awal pertandingan, tempo tinggi langsung diperagakan oleh kedua tim. Arsenal sempat tampil dominan pada 15 menit pertama dan berupaya menekan pertahanan City.
Peluang emas sempat didapatkan Arsenal pada menit ketujuh. Namun, kiper City, James Trafford, mampu menggagalkan kesempatan tersebut dengan penyelamatan gemilang.
Trafford sukses mementahkan tembakan jarak dekat Kai Havertz yang lolos dari kawalan lini belakang City. Ia juga sigap menghalau bola rebound hasil sepakan Bukayo Saka.
Setelah tekanan Arsenal mereda, Manchester City mulai mencoba keluar dari tekanan. Erling Haaland sempat mendapatkan peluang pada menit ke-20, namun gagal memaksimalkannya menjadi gol.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Skor kacamata bertahan hingga turun minum meski peluang silih berganti tercipta.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan sedikit lebih hati-hati. Meski demikian, kedua tim tetap berusaha mencari celah untuk mencetak gol pembuka.