- REUTERS/Daniele Mascolo
Diam-diam ke Giuseppe Meazza, Pemandu Bakat Manchester United Pantau Bintang Inter Milan dan Juventus di Laga Panas
Jakarta, tvOnenews.com - Manchester United mulai menyusun rencana besar menjelang bursa transfer musim panas. Klub berjuluk Setan Merah itu diam-diam mengirim pemandu bakat ke Stadion Giuseppe Meazza saat Inter Milan berhadapan dengan Juventus.
Laga panas Serie A tersebut rupanya bukan sekadar tontonan biasa bagi utusan United. Dilansir dari Calciomercato, dua nama masuk dalam radar pemantauan, yakni Pierre Kalulu dan Federico Dimarco.
Langkah ini mengindikasikan bahwa United ingin memperkuat sektor pertahanan, terutama di kedua sisi lapangan. Manajemen tampaknya menyadari kedalaman skuad saat ini belum cukup kompetitif untuk bersaing di level tertinggi.
Pada bursa transfer Januari lalu, United relatif tenang tanpa manuver besar. Sikap tersebut diyakini sebagai strategi untuk menyimpan kekuatan finansial demi gebrakan yang lebih signifikan pada musim panas nanti.
Situasi di kursi pelatih juga ikut memengaruhi arah kebijakan transfer. Michael Carrick yang kini bertugas di Old Trafford masih berstatus sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
Meski begitu, Carrick mencatat awal yang cukup meyakinkan. United belum terkalahkan dalam lima pertandingan awal di bawah arahannya.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Carrick dipertimbangkan sebagai manajer permanen. Namun terlepas dari itu, kebutuhan akan penyegaran skuad tetap menjadi prioritas utama.
Federico Dimarco disebut sebagai target yang paling menyita perhatian. Bek sayap kiri Inter tersebut dikenal agresif membantu serangan dan memiliki akurasi umpan yang mampu memanjakan lini depan.
Dalam laga kontra Juventus, Dimarco tampil impresif dengan menyumbang satu assist. Ia juga menciptakan empat peluang matang yang memperlihatkan kualitas visi dan distribusi bolanya.
Sementara itu, Pierre Kalulu menawarkan fleksibilitas yang jarang dimiliki pemain bertahan. Ia mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan dengan disiplin dan mobilitas yang baik.
Namun penampilannya di laga tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kalulu harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua di babak pertama, keputusan yang sempat memicu perdebatan.
Meski demikian, satu pertandingan tentu bukan tolok ukur akhir. Tim pemandu bakat biasanya menilai pemain berdasarkan konsistensi performa dalam rentang waktu yang lebih panjang.