- instagram manutd
Sudah Cocok Belum Michael Carrick untuk Manchester United setelah Hattrick Menang? Legenda MU Jujur soal ini
tvOnenews.com - Manchester United menunjukkan kebangkitan signifikan sejak ditangani Michael Carrick, dengan mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Liga Inggris. Menariknya, lawan-lawan yang ditaklukkan Setan Merah bukan tim sembarangan.
Dua dari tiga kemenangan tersebut diraih atas tim yang saat itu berada di puncak klasemen. Manchester United sukses mengalahkan Manchester City 2-0, lalu menang dramatis 3-2 atas Arsenal, serta kembali mencatat skor serupa saat menundukkan Fulham.
Rentetan hasil positif ini membawa Manchester United kembali bersaing di zona Eropa, bahkan membuka peluang untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
- instagram manutd
Salah satu catatan istimewa, kemenangan atas Arsenal di London Utara menjadikan MU sebagai tim pertama yang mampu mengalahkan The Gunners di kandang mereka dalam ajang apa pun musim ini.
Tak hanya itu, kemenangan tersebut juga mencatatkan sejarah lain. Manchester United menjadi tim pertama dalam hampir 16 tahun yang mampu meraih dua kemenangan Premier League secara beruntun atas tim yang memulai laga di dua posisi teratas klasemen.
Di bawah Carrick, Setan Merah juga mencatatkan tiga kemenangan liga berturut-turut, menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang yang sebelumnya diraih Ruben Amorim bersama klub di kompetisi tersebut.
Performa impresif ini turut mengundang perhatian legenda Manchester United, Steve Bruce, yang berbicara terbuka soal masa depan Carrick di Old Trafford dan peluangnya untuk dipertahankan sebagai manajer permanen.
“Dia benar-benar hebat, dan jika dia terus menang, dia berada di posisi terdepan untuk itu (manajer tetap), dan Anda harus memuji bagusnya penampilannya,” ujar Bruce, dikutip dari kanal YouTube talkSPORT.
Bruce juga menyoroti keberanian Carrick dalam mengambil keputusan penting, termasuk memilih tidak memainkan Cunha sejak awal laga.
“Dia mengambil keputusan besar dalam beberapa pertandingan pertama dengan tidak memainkan Cunha. Jadi itu pasti percakapan yang sulit. Harus saya akui Cunha masuk sebagai pemain pengganti dan tampil luar biasa di pertandingan pertama dan mungkin dia berpikir apakah akan bermain di pertandingan kedua, dan ternyata tidak,” jelasnya.