- instagram Casemiro
Bukan Soal Performa: Alasan MU Tetap Lepas Casemiro Meski Bersinar: Manchester United Memilih Masa Depan daripada Nostalgia?
tvOnenews.com - Performa Casemiro bersama Manchester United kembali memantik perdebatan. Di bawah asuhan Michael Carrick, gelandang asal Brasil itu menunjukkan level permainan yang mengingatkan publik pada masa-masa terbaiknya.
Gol pembuka dan assist cerdas tanpa melihat ke arah gawang saat melawan Fulham menjadi bukti bahwa Casemiro masih mampu menentukan jalannya pertandingan besar di Liga Inggris.
Namun di balik kebangkitan tersebut, Manchester United justru bergeming. Klub tetap pada rencana semula: Casemiro akan dilepas ketika kontraknya berakhir pada Juni mendatang.
Keputusan ini terasa kontras dengan performa di lapangan, tetapi mencerminkan arah baru klub yang memilih membangun masa depan ketimbang terjebak nostalgia atau terpancing performa jangka pendek.
Casemiro Kembali Menjadi Pembeda di Era Carrick
Sejak Michael Carrick mengambil alih sebagai pelatih sementara, Casemiro selalu menjadi starter. Penampilannya mencapai puncak saat United menang dramatis atas Fulham.
Selain mencetak gol lewat sundulan, ia juga menciptakan momen krusial melalui umpan no-look yang berujung gol Matheus Cunha.
Pujian pun berdatangan. Jamie Carragher dari Sky Sports menyebut Casemiro sebagai “pemain yang benar-benar berbeda”, sementara Paul Merson menyoroti dampak besar kehadirannya di lini tengah bersama Kobbie Mainoo dan Bruno Fernandes selama periode kebangkitan United.
- instagram Casemiro
Bagi banyak penggemar, performa ini memunculkan tanda tanya besar: mengapa United tetap bersikeras melepas pemain yang sedang berada dalam performa terbaiknya?
Keputusan Klub: Putus dari Pola Pikir Jangka Pendek
Jawaban atas pertanyaan tersebut terletak pada filosofi klub. Manchester United menegaskan tidak ingin kembali terjebak pada pendekatan jangka pendek, sebuah pola yang, menurut internal klub, telah menimbulkan masalah besar di masa lalu.
“Manchester United bertekad untuk tidak memiliki pendekatan jangka pendek dalam perekrutan dan penunjukan manajer. Itulah yang telah membuat mereka bermasalah di masa lalu,” melansir dari Sky Sports.
Casemiro, yang akan berusia 34 tahun akhir bulan ini, juga merupakan salah satu pemain dengan gaji tertinggi di klub, mencapai £325 ribu per pekan.
United menilai struktur tersebut tidak bisa dipertahankan dalam jangka panjang, terutama ketika klub tengah merencanakan perombakan lini tengah untuk musim panas.
Meski memiliki opsi memperpanjang kontraknya selama 12 bulan, keputusan telah diambil lebih awal, bahkan sebelum Carrick datang, bahwa Casemiro akan diizinkan pergi.
Klub disebut sudah menyiapkan perpisahan, menandakan tidak ada ruang untuk mundur dari keputusan ini.
Analisis Merson: Sistem Membantu Casemiro, Bukan Solusi Jangka Panjang
Paul Merson dari Sky Sports menilai keputusan United justru masuk akal jika dilihat dari sudut pandang masa depan.
“Dia telah bermain sangat baik, tetapi kita berbicara tentang masa depan Man United dan mereka benar melakukan apa yang mereka lakukan dan membiarkannya pergi.”
Merson menambahkan bahwa Casemiro bukan lagi gelandang yang mampu menopang lini tengah seorang diri.
Kehadiran Kobbie Mainoo, dengan energi dan kedisiplinannya, membantu menutupi keterbatasan stamina Casemiro, sementara Bruno Fernandes memberi dimensi kreatif di depan.
Dengan kata lain, performa impresif Casemiro saat ini sangat bergantung pada konteks sistem dan kombinasi pemain. United menilai itu bukan fondasi ideal untuk proyek jangka panjang, terutama ketika klub ingin bergerak menuju lini tengah yang lebih muda, lebih dinamis, dan lebih berkelanjutan secara finansial.
Masa Depan MU Tanpa Casemiro
Manchester United kini diperkirakan akan aktif mengejar target gelandang baru pada musim panas, dengan Elliot Anderson disebut berada di puncak daftar incaran. Langkah ini menegaskan arah baru klub: regenerasi, efisiensi gaji, dan keberlanjutan performa.
Kesimpulannya jelas. Casemiro masih hebat, tetapi Manchester United memilih untuk melihat ke depan, bukan ke belakang.
Dalam sepak bola modern, bahkan performa terbaik pun tak selalu cukup untuk mengubah rencana besar. (udn)