news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tiga Kemenangan Carrick Mengubah Peta Sejarah MU, Bisa Sabet Gelar Juara Liga Inggris Musim Ini?.
Sumber :
  • instagram manutd

Tiga Kemenangan Carrick Mengubah Peta Sejarah MU, Bisa Sabet Gelar Juara Liga Inggris Musim Ini?

Debut Carrick menghadirkan sensasi yang jarang dirasakan penggemar MU dalam beberapa tahun terakhir. Prediksi Manchester United juara Liga Inggris musim ini?
Selasa, 3 Februari 2026 - 15:20 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bisakah Manchester United menjuarai Liga Inggris musim ini? Pertanyaan itu terdengar nyaris mustahil jika diajukan sebulan lalu. 

Namun, tiga kemenangan beruntun di awal era Michael Carrick sebagai manajer interim telah mengubah cara pandang banyak orang. 

Setan Merah bukan hanya menang, tetapi melakukannya dengan cara yang sarat karakter, keberanian, dan ketenangan di momen-momen krusial.

Debut Carrick menghadirkan sensasi yang jarang dirasakan penggemar MU dalam beberapa tahun terakhir. 

Menumbangkan Manchester City, Arsenal, lalu Fulham secara beruntun bukan sekadar soal sembilan poin. Ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar: apakah Carrick hanya membawa efek kejut sesaat, atau justru sedang memulai bab baru yang bisa mengubah sejarah Manchester United?

Manchester United kembali melanjutkan tren positif saat menekuk Fulham 3-2 di Old Trafford, Minggu (1/2/2026). 

Kemenangan ini menjadi yang ketiga berturut-turut sejak Carrick mengambil alih kursi manajer interim. 

Sebelumnya, MU secara meyakinkan menaklukkan dua rival langsung dalam perebutan papan atas, Manchester City dan Arsenal, sebuah rangkaian hasil yang dua pekan lalu hampir tak terbayangkan.

Efek Carrick dan Kebangkitan yang Tak Terduga

Kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium menjadi titik balik penting. Itu merupakan kekalahan kandang pertama The Gunners musim ini, sekaligus membuka persaingan di papan atas. 

Pelatih Manchester United, Michael Carrick
Sumber :
  • instagram manutd

Manchester City dan Aston Villa pun memangkas jarak ke puncak klasemen menjadi empat poin.

Laga melawan Fulham kemudian menegaskan mental baru MU. Meski sempat menyia-nyiakan keunggulan dua gol, Setan Merah bangkit dan memastikan kemenangan lewat gol penentu Benjamin Sesko di menit-menit akhir. 

Hasil ini membawa United ke posisi keempat klasemen, hanya tertinggal lima poin dari Aston Villa di peringkat ketiga dan enam poin dari Manchester City di posisi kedua. 

Jarak dengan Arsenal di puncak memang masih 12 poin, tetapi dinamika persaingan mulai terasa berbeda. Situasi ini memunculkan diskusi luas: apakah MU pantas disebut penantang gelar?

Penantang Gelar atau Sekadar Ilusi?

Melansir dari Sporting News, jawaban paling logis tetaplah pesimistis. Manchester United baru saja memecat Ruben Amorim kurang dari sebulan lalu. Musim lalu mereka finis di posisi ke-15. 

Tersingkir dari Piala Liga oleh Grimsby Town dari League Two. Bahkan sempat kalah dari Everton yang bermain dengan 10 orang, serta gagal menang di kandang melawan West Ham dan Wolves pada Desember.

Semua itu membuat klaim perebutan gelar terdengar absurd. Namun Sporting News juga mengajukan satu pertanyaan lanjutan: atau benarkah demikian?

Secara matematis, peluang itu memang kecil. United masih tertinggal 12 poin dari Arsenal dan membutuhkan kombinasi nyaris sempurna: laju kemenangan konsisten dari mereka sendiri, serta serangkaian hasil buruk dari para rival hingga akhir musim. Sesuatu yang selama bertahun-tahun gagal diwujudkan MU.

Jadwal, Inkonsistensi Rival, dan Angka Opta

Menariknya, banyak tim papan atas justru sedang tersandung. Arsenal sempat melewati tiga laga liga tanpa kemenangan. 

Manchester City hanya meraih tujuh poin dari kemungkinan 18 poin sepanjang 2026. Aston Villa bahkan hanya menang dua kali dari enam laga terakhir, dengan manajer Unai Emery sempat menyebut timnya “tidak punya peluang” finis lima besar.

United diuntungkan oleh situasi unik. Mereka tidak lagi terlibat di kompetisi domestik maupun Eropa, sehingga hanya menyisakan 14 pertandingan liga. Kondisi cedera juga relatif ringan, dengan hanya Patrick Dorgu dan Matthijs de Ligt yang absen jangka panjang.

Meski demikian, model prediksi Opta tetap dingin. Peluang MU menjuarai Premier League musim ini hanya 0,03 persen. Angka yang nyaris tak terlihat, tetapi belum sepenuhnya nol.

Di musim yang penuh kekacauan, di mana para rival terbagi fokus dan inkonsistensi menjadi tema besar, Manchester United di era Carrick setidaknya kembali berani bermimpi. 

Apakah mimpi itu akan menjadi sejarah, atau sekadar catatan singkat euforia? Waktu yang akan menjawabnya. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:24
01:11
03:11
07:15
06:13
15:24

Viral