- instgaram Kobbie Mainoo
Efek Domino Bruno Fernandes: Dua Pemain Terpinggirkan di Manchester United Saat Era Carrick Dimulai
tvOnenews.com - Bruno Fernandes kembali menjadi pusat perhatian di Manchester United, bukan hanya karena perannya sebagai kapten, tetapi juga dampak kehadirannya terhadap dinamika skuad.
Dalam dua pertandingan terakhir yang bertepatan dengan debut Michael Carrick menangani tim, perubahan terlihat jelas di lapangan.
Beberapa pemain justru tersisih dari tim inti, dan situasi ini memunculkan pertanyaan: sejauh mana pengaruh Bruno terhadap masalah yang dialami dua pemain Manchester United musim ini?
Melansir dari Manchester Evening News, di tengah masa transisi kepelatihan, MU mencoba menemukan kembali identitasnya.
Laga kontra Manchester City dan Arsenal menjadi panggung penting, bukan hanya untuk hasil, tetapi juga untuk melihat siapa yang bertahan dan siapa yang tersingkir.
Di sinilah nama Kobbie Mainoo kembali mencuat, setelah sebelumnya sempat terpinggirkan.
Kebangkitan Kobbie Mainoo di Dua Laga Terakhir
Kobbie Mainoo menjadi pemain Manchester United yang berlari paling jauh dalam dua pertandingan terakhir. Statistik itu mencerminkan tekadnya di lapangan, seolah ingin membuktikan bahwa dirinya masih pantas menjadi bagian utama skuad Setan Merah.
- instagram kobbie mainoo
Performa Mainoo sempat menurun pada periode kepelatihan Ruben Amorim. Nilainya merosot, kepercayaan diri ikut tergerus.
Namun, penampilan solidnya melawan Manchester City dan Arsenal menjadi pengingat akan potensi besar yang dimilikinya. Di bawah arahan Carrick, Mainoo kembali tampil dengan peran yang lebih natural dan efektif.
“Saya pikir bagian dari karier adalah beberapa pasang surut dan terkadang berjalan di jalur yang berbeda, tetapi saya pikir kita telah melihat pekan lalu apa yang dapat diberikan Kobbie. Itu hebat,” kata Carrick sebelum pertandingan melawan Arsenal.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Carrick memahami kondisi mental dan teknis Mainoo. Ia bahkan disebut-sebut telah mengenal sang gelandang sejak kecil, sehingga pendekatan personal menjadi kunci kebangkitan pemain berusia 20 tahun itu.
Era Amorim dan Frustrasi yang Memuncak
Situasi Mainoo sebelumnya tak lepas dari keputusan Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu dinilai gagal menemukan posisi terbaik bagi sang gelandang.