news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Massimo Luongo & Mantan bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott di Ipswich Town.
Sumber :
  • Kolase Instagram @massluongo & Ipswich Town

Berbeda Nasib dengan Elkan Baggott, Pemain Keturunan yang Ogah Masuk Timnas Indonesia Berakhir Tragis di Ipswich Town, Siapa?

Nasib pemain keturunan yang ogah main untuk Timnas Indonesia berakhir tragis ketimbang Elkan Baggott, karena Ipswich Town baru mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak.
Selasa, 3 Juni 2025 - 19:35 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nasib pemain keturunan yang ogah main untuk Timnas Indonesia di Ipswich Town berakhir tragis ketimbang Elkan Baggott.

Seperti diketahui, mantan bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott dapat kabar bahagia usai kontraknya diperpanjang klub Inggris, Ipswich Town.

Klub Ipswich Town mengambil langkah Elkan Baggott tetap menjadi pemainnya dengan opsi memperpanjang kontrak selama satu tahun ke depan.

Pengumuman klub Ipswich Town resmi melakukan perpanjangan kontrak Elkan Baggott berlangsung pada Senin (2/6/2025).

"Dengan bek muda tersebut kembali dari masa pinjamannya di klub League One, Blackpool," tulis Ipswich Town dalam keterangan resminya dikutip, Selasa (3/6/2025).

Elkan Baggott berlatih bersama Ipswich Town
Sumber :
  • Ipswich Town Official

 

Kontrak profesional Elkan Baggott sebelum diperpanjang Ipswich hanya sampai 30 Juni 2025.

Keputusan Ipswich Town enggan melepas Elkan Baggott menunjukkan bek berkebangsaan Indonesia itu sudah tiga tahun di klub asal Inggris tersebut.

Perpanjangan tersebut tidak lepas Ipswich Town melihat kepiawaian Elkan Baggott selama masa peminjaman di Blackpool.

Pada musim 2024/2025, Elkan Baggott menjadi bek andalan Blackpool yang selalu dipercaya oleh pelatih Steve Bruce.

Kabar ini menjadi kebahagiaan Elkan Baggott, walaupun Ipswich Town terdegradasi dari liga kasta tertinggi Inggris.

Namun, bertahannya Elkan Baggott mengingat sosok pemain keturunan Indonesia yang baru saja didepak Ipswich Town. Dia adalah Massimo Luongo.

Massimo Luongo gelandang Ipswich Town
Sumber :
  • Instagram @massluongo

 

Dilansir dari laman resmi Ipswich Town, sang pelatih Kieran McKenna memutuskan tidak menggunakan kekuatan Massimo Luongo.

"Gelandang Massimo Luongo akan meninggalkan Klub di akhir kontraknya musim panas ini, Manajer Kieran McKenna telah mengonfirmasi," demikian laporan Ipswich Town.

Kabar dilepasnya Massimo Luongo setelah Ipswich Town terdegradasi akibat takluk atas West Ham United di laga terakhir Liga Inggris dengan skor akhir 1-3.

Padahal pemain kelahiran asal Sydney, Australia itu menjadi salah satu pemain bawa The Blues unjuk gigi ke Premier League.

Ipswich Town melampirkan sebanyak 44 penampilan di musim 2023/2024 menjadi prestasi terbaik bagi Massimo Luongo membawa Ipswich masuk Premier League.

Bersama The Tractor Boys, Massimo Luongo telah mencetak enam gol dari 89 penampilan.

Dilansir dari East Anglian Daily Times, Kieran McKenna memuji Massimo Luongo sebagai pemain luar biasa karena menjadi pilihan utama selama di The Blues.

Meski hanya tampil 11 kali di musim 2024/2025, Massimo Luongo punya jasa besar untuk klub tersebut.

"Sejak kedatangannya pada Januari 2023, rasio kemenangannya selama 18 bulan berikutnya merupakan sesuatu yang luar biasa," ungkap Kieran McKenna.

Menurut rekapan Transfermarkt, Massimo Luongo mengawali kariernya di klub APIA Leichhardt yang mengisi posisi gelandang tengah.

Pada 2011, Massimo Luongo menjadi gelandang tengah Tottenham Spurs di level U-18 sebelum dipindahkan ke Tottenham U-21.

Massimo Luongo juga pernah membela sejumlah klub ternama, antara lain Swindon Town, QPR, Middlesbrough, dan Sheff Wed.

Terkait Massimo Luongo dianggap punya darah keturunan Indonesia, gelandang asal Australia itu merupakan seorang anak dari orang tua yang berdarah Italia-Indonesia.

Kedua orang tua Massimo Luoungo, yakni Mario dan Ira Luongo. Ia punya darah Indonesia dari sang ibu yang merupakan putri Sultan Bima dan Dompu, Sultan Ambela Abu'l-Khair Sirajuddin.

Meski punya darah sultan, Massimo Luongo ogah berseragam Timnas Indonesia. Bahkan, ia sempat menjadi andalan Australia.

Padahal, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir pernah memantau Massimo Luongo saat 18 tahun karena mantan pemain Middlesbrough itu terdeteksi punya darah Indonesia.

Di Australia, debut Luongo pada 4 September 2014. Terakhir, ia bercokol di Kualifikasi Piala Dunia 2026 saat lawan Bangladesh pada 16 November 2023.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:24
01:11
03:11
07:15
06:13
15:24

Viral