news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Kericuhan Oknum Suporter di Laga Persijap vs Persis Jadi Sorotan, PSSI: Jangan Sampai Lupa Tragedi Kanjuruhan!

Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyinggung pentingnya menjaga keamanan dalam sepak bola Indonesia. Ia meminta suporter untuk tidak melupakan peristiwa Kanjuruhan.
Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:29 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, kembali menyinggung pentingnya menjaga keamanan dalam sepak bola Indonesia. Ia meminta para suporter untuk tidak melupakan peristiwa kelam yang pernah terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang merenggut ratusan nyawa.

Peringatan itu disampaikan Arya setelah terjadi insiden yang melibatkan oknum suporter Persijap Jepara dan Persis Solo. Kericuhan tersebut berlangsung di Jepara pada Kamis (5/3/2026) dan menjadi perhatian khusus bagi PSSI.

Sebagai informasi, ketegangan antardua kubu suporter itu terjadi di dalam maupun luar stadion. Berbagai kejadian sempat tersebar di jejaring media sosial, mulai dari perusakan bangku stadion hingga rusaknya kendaraan pribadi milik pendukung.

Menurut Arya, insiden tersebut menunjukkan bahwa sebagian pendukung masih belum sepenuhnya mengambil pelajaran dari tragedi yang pernah mengguncang sepak bola nasional. Ia mengaku sedih melihat masih adanya keributan yang seharusnya bisa dihindari.

Arya menilai Tragedi Kanjuruhan seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya suporter, agar lebih mengedepankan keselamatan saat menonton pertandingan. Ia berharap peristiwa serupa tidak lagi terulang di stadion Indonesia.

"Ini suporternya lupa sama (tragedi) Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya. Itu yang membuat kami sedih juga," kata Arya saat ditemui di Lapangan C Senayan, Jumat (6/3).

Ia juga menegaskan bahwa PSSI sebenarnya telah menetapkan aturan larangan kehadiran suporter tim tamu. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengurangi potensi konflik antarpendukung di stadion.

Namun, menurut Arya, aturan tersebut masih saja dilanggar oleh sebagian pihak. Hal itu terlihat dari adanya suporter yang tetap datang ke pertandingan tandang meskipun sudah ada larangan.

"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away (tandang), tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antarsuporter," kata Arya.

Belakangan, muncul desakan dari sejumlah pihak agar PSSI membuka kembali kesempatan bagi suporter tandang. Hal ini didorong oleh mulai membaiknya hubungan antara pendukung beberapa klub.

Meski demikian, insiden yang terjadi di Jepara menunjukkan bahwa risiko keributan masih ada. Karena itu, federasi menilai kebijakan larangan suporter tandang masih relevan untuk diterapkan saat ini.

Arya juga menekankan bahwa tidak ada manfaat dari konflik antarsuporter yang berujung korban. Ia berharap semua pihak bisa menahan emosi dan menjadikan stadion sebagai tempat yang aman.

"Kami berharap teman-teman suporter bisa ingat janji kita ketika masuk stadion itu bajunya putih, keluar juga bajunya putih, jangan ada warna lain yang membuat kita celaka," ucap Arya.

"Buat apa kita harus ada korban-korban lagi, emosi yang ada di situ terus, buat apa. Itu jadi pertanyaan kita juga. Maka dari itu, sampai sekarang kami tetap membuat larangan away," sambungnya.

PSSI sendiri tengah memantau situasi kompetisi yang mulai memasuki fase krusial. Menjelang akhir musim, tensi pertandingan biasanya meningkat karena setiap tim memiliki target masing-masing.

Persaingan tidak hanya terjadi di papan atas dalam perebutan gelar juara, tetapi juga di papan bawah untuk menghindari degradasi. Situasi ini berpotensi memicu gesekan di antara pendukung klub.

"Sekarang kami sedang diskusi. Kenapa diskusi? Di PSSI kami sedang diskusi, karena sekarang lagi menuju kondisi-kondisi yang rawan, kan ini menuju akhir (musim)," pungkas Arya.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral