news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Federico Barba.
Sumber :
  • AFC

Persib Hancur Lebur 0-3 di Thailand, Mampukah Maung Bandung Bangkit di GBLA? Federico Barba: Kami Sangat Kuat di Kandang!

Persib kalah 0-3 dari Ratchaburi di leg pertama, namun Federico Barba menegaskan peluang belum tertutup. Dukungan Bobotoh di GBLA diyakini jadi kunci comeback.
Jumat, 13 Februari 2026 - 22:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kekalahan telak harus ditelan Persib Bandung saat melakoni laga tandang ke markas Ratchaburi FC di Thailand pada tengah pekan lalu.

Dalam duel leg pertama babak 16 besar kompetisi Asia, Maung Bandung takluk 0-3 dan dipaksa pulang dengan beban berat di pundak. Tiga gol tuan rumah membuat langkah Persib menuju babak selanjutnya terlihat menanjak terjal.

Namun, hasil pahit itu bukan akhir dari segalanya. Meski tertinggal agregat tiga gol, peluang Persib belum sepenuhnya tertutup dan fokus kini diarahkan ke leg kedua di kandang sendiri.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api akan menjadi panggung pembuktian apakah Pangeran Biru mampu menciptakan malam bersejarah dan membalikkan keadaan.

Pada pertandingan leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/26 yang digelar di Stadion Ratchaburi, Jumat (11/2/2026), Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah 0-3.

Persib Bandung saat laga tandang lawan Ratchaburi FC di ACL Elite Two
Sumber :
  • persib.co.id

Mengutip laman resmi Persib, tiga gol Ratchaburi dicetak Pedro “Tana” Placeres pada menit ke-5 dan ke-84, serta Gabriel Mutombo Kupa pada menit ke-53.

Gol cepat di menit kelima langsung mengubah ritme pertandingan. Meski sempat mencoba bangkit dan mempertahankan komposisi pemain saat jeda babak pertama, Persib kesulitan menembus pertahanan lawan.

Pada awal babak kedua, peluang sempat hadir melalui Rosembergne “Berguinho” Da Silva setelah menerima umpan Alfeandra Dewangga, tetapi tembakannya masih melebar.

Penjaga gawang Teja Paku Alam sebenarnya tampil cukup sigap. Ia menepis peluang Daniel Ting pada menit ke-52 dan melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan sepakan melengkung Guilherme Ferreira Pinto (Negueba) pada menit ke-65.

Namun, semenit setelah penyelamatan krusial tersebut, Kupa sukses menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.

Pelatih kemudian melakukan tiga pergantian pada menit ke-58 dengan memasukkan Saddil Ramdani, Adam Alis, dan Sergio Castel yang menjalani debutnya bersama Persib.

Layvin Kurzawa juga melakoni laga perdananya saat masuk menggantikan Dewangga pada menit ke-83. Meski sejumlah perubahan dilakukan, Tana kembali mencetak gol pada menit ke-84 dan memastikan kemenangan 3-0 bagi Ratchaburi.

Bek Persib, Federico Barba, mengakui timnya melakukan banyak kesalahan dalam laga tersebut.

“Kami memiliki peluang dan kami bicara juga mengenai kualitas. Saya pikir, kami melakukan cukup banyak kesalahan di laga ini, yang mana itu seharusnya tidak boleh terjadi dalam pertandingan seperti ini,” ujar Barba dilansir dari Antara.

Walau tertinggal tiga gol, Barba menegaskan bahwa kesempatan lolos belum tertutup. Leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026 menjadi momen krusial bagi Persib.

“Kami beruntung karena masih memiliki satu pertandingan lagi di kandang dan kami sangat kuat di sana. Sekarang kami akan pulang dengan membawa mentalitas bahwa semua masih bisa terjadi. Jadi sampai bertemu di Bandung,” kata Barba.

Ia kembali menekankan kekuatan Persib saat tampil di hadapan Bobotoh.

“Pertandingan kandang itu akan berbeda. Kami sangat kuat di kandang, kami tahu itu dan kami akan melakukannya dengan sangat baik. Jadi kami masih percaya dan yakin bisa membalikkan keadaan,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya, atmosfer dan dukungan suporter menjadi pembeda signifikan. Energi dari tribun diyakini mampu mengangkat mental pemain dan memberi tekanan tambahan bagi tim tamu.

Misi Berat di GBLA dan Fokus ke Laga Terdekat

Untuk bisa melaju ke perempat final, Persib membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal empat gol.

Tugas tersebut jelas tidak ringan, tetapi bukan sesuatu yang mustahil dalam sepak bola. Apalagi, Persib dikenal tampil lebih agresif dan percaya diri saat bermain di Bandung.

Selain mempersiapkan leg kedua melawan Ratchaburi, Persib juga harus menjaga konsistensi di kompetisi domestik.

Laga terdekat menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan diri pemain sebelum kembali bertarung di level Asia. Rotasi, efektivitas penyelesaian akhir, serta disiplin bertahan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Kekalahan di Thailand memang menyakitkan, tetapi bukan alasan untuk menyerah. Dengan evaluasi matang, dukungan penuh Bobotoh, dan determinasi tinggi, Maung Bandung masih memiliki kesempatan menciptakan kebangkitan dramatis di GBLA.

Semua kini bergantung pada bagaimana Persib menjawab tantangan di pertandingan penentuan nanti. (dwi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral