- Instagram/@persib
Nostalgia Persib Bandung: Kisah Eka Ramdani yang Dicap Pengkhianat hingga Didemo Bobotoh usai Pindah ke Persisam
tvOnenews.com - Nama Eka Ramdani pernah berdiri di posisi istimewa di hati bobotoh Persib Bandung.
Sosok gelandang mungil dengan daya jelajah tinggi itu sempat menjadi simbol semangat Maung Bandung di lapangan.
Namun, cinta besar tersebut berubah menjadi luka mendalam ketika Eka membuat keputusan yang mengguncang Bandung.
- AP Photo
Kisah pahit itu terjadi pada musim 2011/2012, saat Eka Ramdani atau yang akrab disapa Ebol memilih hengkang dari Persib dan bergabung dengan Persisam Samarinda.
Sebuah keputusan yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu episode paling kelam dalam relasi pemain dan suporter Persib.
Eka Ramdani merupakan produk asli Bandung. Ia menimba ilmu sepak bola di SSB Uni Bandung, akademi yang berada di bawah naungan Persib.
Bakatnya tercium sejak usia muda hingga akhirnya direkrut Persib pada 2001.
- Persib Official
Meski sempat merantau ke Sriwijaya FC pada 2003, karier Ebol justru berkembang pesat di sana.
Ia kembali ke Persib pada 2005 dengan kematangan permainan yang berbeda. Perlahan, Eka menjelma menjadi gelandang andalan.
Posturnya memang tidak menjulang, tetapi agresivitas, determinasi, dan keberaniannya berduel di lini tengah membuat bobotoh jatuh hati.
Eka Ramdani menjadi simbol kerja keras, bahkan turut mengantarkan namanya ke Timnas Indonesia dan meraih status runner-up Piala AFF 2010.
- Persibmania
Ikatan emosional itu runtuh pada 2011. Eka memilih meninggalkan Persib dan menerima pinangan Persisam Samarinda.
Keputusan tersebut diambil dengan alasan ingin mendapatkan penghargaan dan kelanjutan karier yang lebih jelas sebagai pesepak bola profesional.
Namun bagi bobotoh, keputusan itu terasa seperti pengkhianatan. Reaksi keras pun tak terelakkan.
Ratusan bobotoh yang tergabung dalam Viking Persib Fans Club menggelar aksi besar pada 21 September 2011.
Mereka bergerak dari Stadion Sidolig menuju distro milik Eka Ramdani di Jalan RE Martadinata, Bandung.
Kaus dan poster bergambar Eka dibakar. Distro bernama ER8—inisial nama Eka Ramdani dan nomor punggung favoritnya—disegel dan dirusak.
Police line bertuliskan “Viking” dipasang. Pesannya jelas: hubungan bobotoh dan Ebol telah retak.
Karier Berlanjut, Luka Tak Pernah Benar-Benar Hilang
Eka hanya semusim membela Persisam. Setelah itu, ia berpindah-pindah klub: Pelita Bandung Raya, Semen Padang, Mitra Kukar, kembali ke Sriwijaya FC, lalu Persela Lamongan.
Pada 2018, Eka akhirnya kembali ke Persib Bandung. Sebuah kepulangan yang penuh harap, namun tak berjalan seperti dongeng.
Kondisi fisik dan performanya tak lagi seperti dulu. Ia hanya tampil dalam 14 pertandingan dengan total 404 menit bermain.
Tak lama berselang, Eka Ramdani memilih gantung sepatu dan mengakhiri karier profesionalnya.
Setelah gantung sepatu, Eka tak sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola. Ia tetap berkutat di lapangan hijau dengan membina talenta muda di SSB UNI Bandung.
Selain itu, Eka kini mengemban tugas sebagai Asisten Pelatih Garudayaksa FC, klub yang berlaga di kompetisi Championship. (asl)