- Persija Jakarta
Kelas! Paulo Ricardo untuk Persija Jakarta: Kekuatan Terbesar Saya, Membaca Pergerakan Striker atau Bola, Membaca Situasi
Pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman yang luas soal gaya bermain berbeda, termasuk duel fisik, transisi cepat, hingga strategi bertahan menghadapi tekanan.
Terakhir, Paulo Ricardo bermain untuk klub Finlandia Kuopion Palloseura (KuPS). Ia menjadi bagian tim yang tampil di UEFA Conference League (UECL) 2025/2026.
Pada Desember lalu, ia bahkan mencatat empat penampilan penting di kompetisi itu, masing-masing melawan Breidablik Kópavogur (Islandia), Slovan Bratislava (Slovakia), FC Lausanne-Sport (Swiss) dan Crystal Palace (Inggris).
Catatan tersebut menjadi nilai tambah besar untuk Persija. Pemain yang terbiasa tampil di atmosfer kompetisi Eropa biasanya lebih siap secara mental, lebih tenang saat ditekan, dan tidak mudah panik dalam duel krusial.
Dalam konteks Super League 2025/26 yang mulai memasuki fase panas, mentalitas seperti ini jelas dibutuhkan, apalagi Persija ingin tampil konsisten di papan atas.
Selain pengalaman, data profilnya juga cukup mencuri perhatian. Melansir dari Transfermarkt, nilai pasar terbaru Paulo Ricardo berada di angka €300.000.
Paulo Ricardo lahir pada 13 Juli 1994 di Laguna, Brasil. Ia memiliki tinggi 1,87 meter dan berposisi sebagai bek tengah.
- instagram Paulo Ricardo
Analisis Kekuatan Paulo Ricardo dan Dampaknya untuk Persija di Putaran Kedua
Bergabungnya Paulo Ricardo bisa membawa manfaat besar bagi Persija, terutama dalam hal stabilitas permainan dan kualitas organisasi lini belakang.
Dengan postur 1,87 meter, ia berpotensi kuat dalam duel udara, situasi bola mati, dan mengantisipasi umpan silang. Untuk kompetisi seperti Super League yang kerap menghadirkan intensitas tinggi dan duel fisik di kotak penalti, atribut ini menjadi modal yang sangat penting.
Selain aspek fisik, Paulo Ricardo juga terlihat punya keunggulan dalam build-up. Ia sendiri menegaskan bahwa distribusi bola dan kemampuan membaca situasi menjadi salah satu senjatanya.
“Saya pikir kemampuan build-up saya cukup baik. Saya selalu mencoba membaca situasi dan melakukan tekel atau intervensi pada saat yang tepat. Membaca pergerakan striker atau bola, membaca situasi, saya rasa itu adalah kekuatan terbesar saya,” ucap pemain berusia 31 tahun itu.