- Instagram @jayidzes
Terkuak! Dahulu Jay Idzes Jadi Gelandang, Kapten Timnas Indonesia itu Buka-bukaan Sempat Kecewa Digeser sebagai Bek
tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes membongkar fakta mengejutkan sebelum menjadi bek tangguh di dalam karier profesionalnya.
Sebagaimana diketahui, Jay Idzes setelah sibuk membela Timnas Indonesia di round 4 kini kembali bercokol di Serie A bersama Sassuolo.
Di Sassuolo, Jay Idzes telah bermain sebanyak tujuh caps di Serie A musim 2025/2026.
Walau sempat absen di pekan pertama saat Sassuolo kontra Napoli, Jay Idzes sebagai salah satu pemain Timnas Indonesia tak tergantikan di Serie A.
Geliatnya sebagai benteng pertahanan sudah terbukti sejak berada di Venezia, sehingga ia berhasil memikat pelatih Sassuolo, Fabio Grosso.
- Facebook - Sassuolo
Dalam hal ini, Jay Idzes sudah menjadi starter dalam line up kesebelasan pertama Sassuolo sampai pekan ke-8 Serie A.
Di balik ketangguhannya sebagai bek profesional di Sassuolo, Jay Idzes di dalam kariernya ternyata pernah mengisi posisi gelandang.
Merujuk dari laman resmi Sassuolo, Senin (27/10/2025), mantan pemain Venezia itu membagikan kisah perjalanan kariernya selama di olahraga sepak bola.
Salah satu cerita yang unik yakni ketika menceritakan posisi sebenarnya dalam bermain sepak bola, yakni pernah menjadi seorang gelandang pengatur lapangan.
"Saya berganti posisi di tahun 2021," ungkap Jay Idzes.
Saat itu Jay Idzes menggunakan nomor punggung 6 sebagai andalannya ketika main di level akademi.
Pemain kelahiran asal Belanda itu kerap kali menyaring serangan musuh ketika menjadi gelandang bertahan.
Sebelum masuk ke lini pertahanan tim, Jay Idzes telah menghalau untuk mengantar bola ke lini depan.
Sayangnya peran sebagai gelandang telah berakhir ketika berseragam bersama Go Ahead Eagles.
Kebetulan saat itu Jay Idzes bermain selama tiga musim dari 2020 hingga 2023.
"Ketika itulah saya mulai berganti peran karena pelatih saya di awal musim," ujar dia.
Kapten Timnas Indonesia itu mengutarakan alasan dirinya harus bertahan sebagai bek tengah tangguh di Go Ahead Eagles.
"Ketika kami promosi, (pelatih) memberi tahu saya, kalau saya tidak akan punya banyak ruang (bermain) di lini tengah lagi," jelasnya.
Pada saat itu persaingan di lini tengah sangat ketat, sehingga Jay Idzes digeser ke lini pertahanan yang kebetulan kosong.
"Dan karena kami tidak punya (pilihan sebagai) bek," lanjutnya.
Pemain kelahiran asal Mierlo, Belanda itu mengaku sempat kecewa karena bermain tidak berada di posisi semestinya.
Menurut penuturannya, Jay Idzes mulanya tidak menempatkan posisi bek sebagai favoritnya.
"Awalnya, saya agak kecewa karena saya ingin terus bermain sebagai gelandang," tegasnya.
Namun lama kelamaan, Jay Idzes mulai mempelajari dan mendapat ilmu banyak sebagai bek berkualitas sejak di Go Ahead Eagles.
"Saya berkesempatan main sebagai bek tengah dalam banyak pertandingan," terangnya.
Seiring berjalannya waktu, Jay Idzes mempunyai bekal yang banyak dan dikenal menjadi bek tengah tangguh berangkat dari Eredivisie.
Hal ini terbukti dalam perjuangan Jay Idzes membawa Venezia promosi ke Serie A musim 2024/2025.
"Saya mendapatkan pengalaman sebelum datang ke Italia. Pengalaman itu sangat membantu saya. Saya juga sering bermain dengan Sam Beukema, yang sekarang bermain untuk Napoli," bebernya.
"Dia juga banyak membantu saya dalam prosesnya," tukasnya.
(hap)