- X @timnasindonesia
Resmi ‘Kangkangi’ Timnas Indonesia, Negara yang Disingkirkan Patrick Kluivert dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Tunjuk Pelatih Baru
Jakarta, tvOnenews.com - Negara yang disingkirkan Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini resmi menunjuk pelatih baru. Mereka telah melangkahi skuad Garuda yang hingga saat ini belum memiliki juru taktik anyar sejak kepergian Patrick Kluivert.
Patrick Kluivert resmi dipecat PSSI pada 16 Oktober 2025 lalu. Pemecatan ini tak lepas imbas kegagalan membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 usai babak belur di putaran keempat kualifikasi. Selain legenda Barcelona itu, seluruh tim kepelatihan Belanda lain juga dipecat.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengantongi lima nama sebagai kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. Dia mengatakan pelatih anyar skuad Garuda kemungkinan besar baru akan diumumkan sebelum FIFA Matchday Maret 2026.
- tvOnenews.com/Maulana Yusuf
"Kembali kita belajar. Kembali kita coba menjaring nama lebih banyak. Sudah ada lima nama. Tapi kita harus godok lagi," kata Erick Thohir dikutip dari podcast YouTube Bukan Kaleng-kaleng.
Akan tetapi, eks Presiden Inter Milan yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu masih merahasiakan nama-namanya. Dia menegaskan bahwa pemilihan pelatih akan dilakukan hati-hati. Dirinya akan berbicara dengan banyak pihak sebelum membuat keputusan.
"Kalau sampai lima nama ini kita harus diskusi lagi dengan banyak pihak, tentu yang ada di PSSI maupun stakeholder yang ada di Pemerintah karena lima nama ini kan. Satu, belum tentu available. Maksudnya ini kan baru cita-cita. Pas ditanya mau gak? Enggak," tegas Erick Thohir.
Ketika PSSI masih sibuk mencari pelatih baru Timnas Indonesia, salah satu negara yang pernah disingkirkan Patrick Kluivert di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 telah mendapatkan arsitek anyar. Negara yang dimaksud adalah China.
Sebagai informasi, saat Patrick Kluivert masih menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, dia berhasil membawa tim Garuda mengalahkan China dengan skor 1-0. Ole Romeny mencetak gol kemenangan dalam laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 Juni 2025 itu.
Singkat cerita, Patrick Kluivert pun membawa Timnas Indonesia lolos ke putaran keempat sebagai peringkat keempat Grup C. Sementara itu, China yang saat itu dilatih Branko Ivankovic harus rela tersingkir dari persaingan ke putaran keempat. Tak pelak, Branko Ivankovic dipecat setelah kegagalan tersebut.
Namun baru-baru ini, Asosiasi Sepak Bola China (CFA) resmi menunjuk Shao Jiayi sebagai pelatih baru Timnas China pada Rabu (5/11) malam waktu setempat. Penunjukkan sosok mantan gelandang Tim Naga itu dianggap mengejutkan para fans sepak bola di China.
Menurut rilis CFA, Shao terpilih mengungguli beberapa calon lain, baik dari dalam maupun luar negeri. Dia terpilih usai melewati beberapa putaran seleksi ujian yang meliputi pengalaman sebagai pelatih, konsep tentang strategi permainan, pemanduan pelatihan, kapabilitas komunikasi dan manajemen serta kesesuaian kepribadian dan sebagainya.
- ANTARA/Xinhua/Xiao Yijiu.
"Setelah mempertimbangkan secara menyeluruh pengalaman dan pelajaran dari pemilihan pelatih tim nasional sebelumnya, kondisi dan level sepak bola putra China saat ini, pengembangan jangka panjang tim nasional, serta kualitas, kemampuan kepelatihan kandidat, dan masukan dari para ahli, CFA memutuskan, setelah pertimbangan matang, untuk menunjuk Shao Jiayi sebagai pelatih kepala timnas sepak bola putra China," tulis pernyataan resmi CFA.
Diketahui, Shao merupakan salah satu mantan pemain yang pernah berkarier di Eropa, dengan pengalaman membela klub-klub seperti TSV 1860 Munchen, FC Cottbus, dan Duisburg. Setelah itu, dia menghabiskan sisa kariernya bermain untuk Beijing Guoan, klub dari kota kelahirannya.
Shao juga pernah berlaga di Piala Dunia 2002, satu-satunya penampilan timnas China di Piala Dunia hingga saat ini. Dia baru setahun lebih menjabat sebagai pelatih kepala tim senior Qingdao West Coast Football Club dan membawa tim ini menempati peringkat ke-9 (hingga saat ini dalam musim ini) di Liga Super China.
Prestasi ini dianggap cukup menonjol, mengingat tim tersebut sebelumnya berjuang untuk menghindari degradasi musim lalu, dan tujuannya berhasil tercapai jauh sebelum musim berakhir
Keberhasilannya sebagai pelatih klub tersebut dianggap sebagai salah satu alasan utama terpilihnya menjadi pelatih timnas. Meskipun ada beberapa keraguan terkait pengalamannya, sebagian besar fans China yakin Shao akan membawa angin segar bagi timnas, sekaligus menaruh harapan agar timnya dapat lolos ke Piala Dunia 2030.
(ant/yus)