- REUTERS/Stringer
Media Irak Ngamuk usai Kemenangan atas Timnas Indonesia Dibuat Sia-Sia oleh AFC: Mafia!
Jakarta, tvOnenews.com - Media Irak melampiaskan amarahnya karena kemenangan atas Timnas Indonesia dibuat sia-sia oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Mereka bahkan menyebut AFC sebagai mafia.
Singa Mesopotamia hanya berjarak satu langkah lagi ke putaran final Piala Dunia 2026. Mereka hanya perlu mengalahkan Arab Saudi pada Rabu (15/10/2025) dini hari tadi WIB.
Sebelumnya, Irak sukses meraih tiga poin penuh dengan mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor 1-0. Gol Zidane Iqbal menjadi pembeda dalam duel tersebut.
- Facebook - Iraq National Team
Namun demikian, kemenangan tersebut menjadi tidak berarti untuk kelolosan. Sebab, Irak ditahan Arab Saudi dengan skor 0-0 pada pertandingan kedua.
Dengan hasil tersebut, maka Arab Saudi dinyatakan lebih berhak untuk menjadi pemuncak Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebab, mereka unggul agresivitas gol dari Irak.
Arab Saudi mencetak tiga gol imbas kemenangan 3-2 atas Garuda. Sedangkan di sisi lain, Irak hanya mencetak satu gol.
Kemenangan Irak atas Timnas Indonesia pun hanya berarti tidak lebih dari tiket ke putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka akan bermain menghadapi Uni Emirat Arab pada bulan depan.
- REUTERS/Ibraheem Al Omari
Jikalau menang di sana pun perjuangan masih belum usai. Sebab, Irak masih perlu bersaing di playoff interkontinental.
Irak harus menghadapi UEA yang juga finis sebagai runner-up di Grup A. Dari grup tersebut, Qatar keluar sebagai juara grup.
Kelolosan Arab Saudi dan Qatar ini yang menjadi bahan protes media Irak, Iraq Football Podcast. Melalui akun media sosialnya di X, @IraqFootballPod, mereka menyebut AFC sebagai mafia.
Sebab, keduanya mendapatkan keuntungan untuk tampil sebagai tuan rumah. Padahal, putaran keempat seharusnya digelar di tempat yang netral.
- REUTERS/Stringer
Selain itu, jarak antarlaga bagi Arab Saudi dan Qatar pun sangat menguntungkan mereka. Kedua tim sama-sama punya jatah istirahat lima hari selagi tim-tim lain, termasuk Timnas Indonesia, hanya dua hari.