- YouTube/beIN SPORTS Indonesia
Kata-kata Brahim Diaz usai Gagal Penalti dan Pupuskan Gelar Maroko di Piala Afrika
tvOnenews.com - Malam yang kelam harus dialami bintang Timnas Maroko, Brahim Diaz, dalam partai final Piala Afrika (AFCON) 2025 melawan Senegal yang digelar pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.
Bermain di depan puluhan ribu pendukung fanatik, Maroko memperoleh kesempatan emas untuk memastikan gelar juara melalui hadiah penalti pada momen krusial pertandingan. Harapan satu bangsa pun bertumpu pada Brahim Diaz yang dipercaya sebagai algojo.
Namun, alih-alih melepaskan tembakan keras, pemain Real Madrid itu memilih mengeksekusi penalti dengan gaya panenka.
Keputusan tersebut berujung petaka. Bola cungkilannya terlalu lemah dan dengan mudah dibaca oleh kiper Senegal, Edouard Mendy, yang tetap berdiri di tengah gawang.
- YouTube/ beIN SPORTS Indonesia
Kegagalan tersebut menjadi titik balik yang sangat menyakitkan bagi Singa Atlas. Stadion yang semula siap bergemuruh untuk selebrasi mendadak sunyi.
Mental para pemain Maroko tampak runtuh seketika, menyadari peluang juara yang sudah di depan mata terbuang secara sia-sia.
Kesalahan Diaz seolah menguras seluruh energi dan kepercayaan diri tim, sementara namanya langsung menjadi sorotan dunia.
Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Dalam kondisi psikologis yang rapuh, Maroko gagal bangkit, sementara Senegal mampu memanfaatkan momentum. Gol penentu akhirnya tercipta pada menit ke-94 babak perpanjangan waktu kedua melalui Pape Gueye.
Gol tersebut memastikan Senegal keluar sebagai juara AFCON 2025. Sementara itu, publik Maroko harus menelan kekecewaan mendalam, dan Brahim Diaz dihantui penyesalan karena gagal menjadi pahlawan akibat pilihan teknik yang terlalu berisiko.
Kurang dari 24 jam setelah pertandingan, Brahim Diaz menyampaikan permintaan maafnya kepada publik Maroko melalui media sosial. Ungkapan penyesalan itu ditulis langsung oleh sang pemain dengan penuh emosi.
"Hatiku sakit. Aku memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang telah kau berikan padaku, setiap pesan, setiap tanda dukungan yang membuatku merasa tidak sendirian. Berjuang dengan semua yang kumiliki, dengan hati di atas segalanya.