news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Maroko rayakan kemenangan adu penalti atas Spanyol..
Sumber :
  • fifa

Catatan Piala Dunia: Legiun Asing Maroko Istimewa

Maroko melaju ke babak 8 besar Piala Dunia 2022 Qatar tanpa kalah pada empat laga. Sungguh istimewa. Pendukung pun mungkin tak menyangka. Apa kekuatan Maroko?
Kamis, 8 Desember 2022 - 11:30 WIB
Reporter:
Editor :

Kiper Yassine Bounou sang pahlawan, yang mematahkan tiga penalti lawan, adalah kiper Sevilla, klub papan atas La Liga, Spanyol.

Bisa jadi dia tangkas, karena terbiasa menghadapi banteng matador.

Dua wing back, di kanan Achraf Hakimi, penendang penalti penentu kemenangan, bermain di klub elite Prancis, Paris Saint-Germain. Di kiri, Noussair Mazraoui pemain Bayern Muenchen, klub nomor satu di Bundesliga, Jerman.

Di pertahanan tengah, Nayef Aguerd, tukang jagal striker lawan, bermain di Liga Inggris membela West Ham United. Sang kapten, Romain Saiss, palang pintu klub Beksitas, Turki.

Trio lapangan tengah juga diisi sosok dengan jam terbang tinggi di Eropa. Azzidime Ounahi pemain klub Angers, Liga 1 Prancis. Selim Amallan pemain Standard Liege, klub Liga Belgia. Si botak tukang gasak Sofyan Amrabat dari Fiorentina, klub Serie A Italia.

Trio pendobrak begitu juga. Penyerang sayap berbahaya, Hakim Ziyech, sudah kita kenal, dia andalan The Blues Chelsea. Ujung tombak Youssef En-Nesyri juga bermain untuk Sevilla. Dan Sofiane Boufal penyerang utama klub Angers.

Enam pemain pengganti Maroko saat mengalahkan Spanyol, hanya satu produk dalam negeri, yaitu Yahia Attiyat Allah, dari Wydad Casablanca, klub papan atas Liga Maroko.

Sedangkan lima lainnya legiun asing, Abdelhamid Sabiri (Sampdoria - Italia), Walid Cheddira (Bari - Italia), Jawad El Yamiq (Real Valladolid - Spanyol), Abde Ezzalzouli (Osasuna - Spanyol) dan Badr Benoun (Qatar SC).

Di quater final, babak 8 besar, Sabtu 10 Desember 2022, Maroko melawan Portugal. Kita berharap Singa Atlas belum puas, justru tambah ganas.

Bahkan kita sah-sah saja berkhayal lebih jauh. Moga-moga Maroko menghentikan kebiasaan lalu-lalangnya perebut Piala Dunia, cuma antara Amerika Latin dan Eropa.

Setidaknya, dari Maroko, kita berlajar, sebuah prestasi ada rekam jejaknya. Prestasi tidak datang begitu saja. Singa Atlas bisa mengaum keras lantaran punya pemain berkelas. Tentu dasarnya kaya akan talenta dan cerdas dalam membina.

Apakah sepakbola Indonesia bisa seperti itu?? "Yaa.. bisalah... bahkan melebihi Maroko pun kita bisa," celoteh seorang teman. "Tapi dalam mimpi," tambahnya. Hahahaha......

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral